Minggu, 31 Juli 2016



Air berubah menjadi anggur.

Yohanes 2:1-11  Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.
Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,
dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.




Seorang manager sales Coca-cola baru kembali pulang ke negerinya setelah kegagalan besarnya di Arab. Maka ia pun harus menghadap bosnya untuk menjelaskan alasan kegagalannya.

Bos: "Kau punya prestasi hebat di negara-negara lain, mengapa justru bisa gagal di Arab, yang negerinya panas dan justru banyak orang butuh kesegaran minum produk kita?"
Sales: "Saya juga berpikirnya dulu begitu bos, negeri itu pasti prospeknya sangat besar karena disana panas. Saya begitu yakin pasti akan sukses besar disana."
Bos: "Lalu apa yang sebenarnya terjadi?"
Sales: "Begini bos... saya membuat sebuah iklan poster, yang saya pasang di seluruh penjuru negeri itu.Isi poster itu ada tiga gambar, yang pertama orang yang kehausan tergeletak berbaring dipadang pasir. Gambar kedua orang tersebut minum Coca-cola, dan gambar ketiga, orang itu menjadi segar dan dapat berlari dipadang pasir.
Bos: Wah, ini ide yang luar biasa, iklan yang bagus, Lalu kenapa justru bisa gagal?"
Sales: "Tidak ada yang bilang sama saya, kalau mereka baca dari kanan ke kiri..."




I. Air berubah menjadi anggur.

A. Yohanes 2:1  Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yohanes 2:2  Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.

Siapa yang tidak pernah ke undangan pernikahan? Bukankah kita terkadang menerima undangan pernikahan atau kebiasaan kita suka menyebutnya dengan kondangan? Nah, Yesus, ibuNya dan para muridNya diundang juga ke pernikahan. Pernikahan merupakan inisiatif Tuhan Yesus maka pernikahan merupakan hal yang sakral sebab Tuhan yang berinisiatif menyatukan pasangan yang dikenanNya antara pria dan wanita menjadi suatu pasangan hidup yang serasi.

Di pernikahan tersebut bisa saja terdengar mempelai pria berkata bahwa sang wanita yang dinikahinya ialah permata hatinya, belahan jiwanya, kekasih hatinya dan satu-satunya wanita yang paling ia cintai. Lalu terdengar suara sukacita, tawa, tari-tarian, kemudian orang-orang pada minum anggur tanpa alkohol dan pesta pernikahan pun semarak dan meriah.

B. Yohanes 2:3  Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

Nah, suatu hal yang seolah-olah memalukan bila dalam suatu pernikahan ala bangsa Israel apabila kehabisan anggur sebab anggur dilambangkan sebagai
- sukacita dalam pesta.
- kemakmuran.
- berkat Tuhan atas pernikahan.
- pemanis hubungan dalam menempuh hidup baru sebagai suami isteri.

Makanya anggur menjadi minuman wajib dalam pesta pernikahan orang Israel di jaman Yesus.

C. Yohanes 2:4  Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Yohanes 2:5  Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

1. Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Kalau Yesus bilang seperti ini artinya Maria sudah pernah mengalami hal-hal ajaib dari Yesus hanya secara pribadi dan tidak di depan umum di masa dewasaNya ini.

Menurut imajinatif Pastor Petrus Agung katakan bahwa mungkin saja waktu suatu malam Maria kehabisan gandum untuk bahan makanan mereka di dalam gentong mereka maka Yesus muda minta Maria, ibunya agar mengisi penuh gentong dengan pasir. Maria sebenarnya bingung tapi tetap saja dilakukannya. Malam itu mereka tidur. Keesokan paginya Maria bangun dan pergi ke gentong seperti kebiasaan tiap pagi untuk segera membuat roti atau makanan lain namun lupa kalau gentongnya sudah berisi pasir. Waktu Maria membuka gentong dan mencedok beberapa sendok, ia baru ingat kalau semalam ia mengisi gentongnya dengan pasir. Ia terkejut dan merasa seperti tidak percaya bahwa yang diambilnya ialah gandum.

Matius 2:14  Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,

Berikut kisah kanak-kanak Yesus yang tercatat dalam beberapa perkamen sejarah dari berbagai sumber.

Pernah dikisahkan sewaktu keluarga kudus ke Mesir maka bayi Yesus sempat membuat satu kota kecil di Mesir transformasi akibat semua patung dewa dewi disana jatuh, pecah saat keluarga kudus ini lewat pertama kali disana. Semua orang di kota kecil itu pada sujud menyembah bayi Yesus sebagai Tuhan mereka.

Sewaktu Yesus sudah beranjak menjadi kanak-kanak, Ia berjalan dan bermain dimana Ia membuat burung-burung pipit tanah liat sebanyak dua belas ekor pada hari Sabat. Ketika tetanggaNya melihat apa yang dikerjakan oleh Yesus, ia melaporkan kepada Yusuf bahwa Yesus telah melanggar hukum hari Sabat. Segera Yusuf datang dan bertanya kepada Yesus, “Mengapa Engkau melakukan hal yang tidak boleh dikerjakan pada hari Sabat?” Mendengar pertanyaan ayahNya tersebut Yesus hanya diam saja, bahkan kemudian mengeplok-ngeplokkan tangannya dan berteriak kepada burung-burung tanah liat itu, “Pergilah, terbanglah, dan ingat Aku, kamu semua yang sekarang hidup!” Burung-burung mainan dari tanah liat itu kemudian hidup dan beterbangan.

Suatu hari, Yesus sedang bermain-main di atap rumah bersama-sama anak-anak yang lain. Tiba-tiba salah seorang dari anak itu jatuh dari atap dan mati. Semua anak lari ketakutan dan meninggalkan Yesus sendirian. Tidak lama kemudian orang tua anak itu datang, marah pada Yesus dan menuduh Yesus yang mendorong anak itu hingga jatuh dari atap rumah. Yesus tidak terima tuduhan ini, Ia berkata, “Saya tidak mendorongnya. Ia jatuh sendiri hingga mati, karena tidak hati-hati.” Yesus membuktikan perkataanNya ini dengan berseru dengan suara yang nyaring pada anak yang telah mati itu, “Zeno (demikian nama anak itu), bangunlah dan katakan padaKu, apakah Aku mendorongmu hingga jatuh?” Tiba-tiba saja anak itu bangun (bangkit dari mati) dan berkata, “Tidak, Engkau tidak mendorongku, malah Engkau telah membangkitkan aku.”

Beberapa hari kemudian, ada anak muda yang sedang membelah kayu sekarat karena kehabisan darah, akibat kejadian yang baru saja menimpanya. Kapak yang ia pakai untuk membelah kayu meleset dan menghantam tungkai kakinya. Yesus yang mengetahui kejadian itu segera memegang kuat-kuat kaki orang yang berlumuran darah itu. Segera saja orang itu menjadi sembuh.

Pada waktu Yesus berumur 8 tahun, ada seorang bayi, anak tetangga dekat rumah Yesus, yang mati karena sakit. Ibu bayi tersebut sangat berduka cita. Ketika Yesus mendengar ratapan keras serta jeritan menyayat hati ibu ini, Yesus menjadi tersentuh hatiNya. Ia segera saja berlari masuk ke rumah tetanggaNya itu, menyentuh dada bayi yang mati itu dan berkata, “Hai bayi, kamu tidak boleh mati, melainkan hiduplah! Temani ibumu!” Lantas saja bayi itu membuka matanya dan tertawa.

Pada hari yang lain, Ia membantu ayahNya memanen hasil ladang. Banyaknya hasil panenan sebenarnya hanya satu timbangan, tetapi ketika ayahNya menyerahkan hasil panenan itu kepada Yesus, hasil panenan itu menjadi 100 timbangan. Yesus kemudian membagi-bagikan hasil panenan itu kepada orang-orang miskin.

2. Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

Karena Maria mengingat akan perbuatan Yesus pernah melakukan berbagai keajaiban secara pribadi dan di muka umum pada masa kanak-kanakNya maka Maria memutuskan untuk meminta bantuan pada Yesus untuk segera menolong mempelai baru ini dalam pesta mereka.

D. Yohanes 2:6  Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.

6 tempayan bertakaran 2 atau 3 buyung melambangkan keterbatasan manusia. Tempayan ini berguna untuk mencuci kaki menurut adat orang Yahudi. Kita semua sebagai manusia serba terbatas dan tidak bisa melakukan hal-hal baik dari diri kita sendiri.

E. Yohanes 2:7  Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Yohanes 2:8  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.

Lalu Yesus berfirman agar mengisi tempayan-tempayan itu dengan air sampai penuh dan para pelayan rumah segera mengisi apa yang Yesus perintahkan.

Ketika kita hendak mengharapkan suatu mujizat maka kita harus menunggu perintah firman dari Yesus agar berhasil dan menerima mujizat yang ajaib dariNya.

F. Yohanes 2:9  Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki, Yohanes 2:10  dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Tampaknya yang menikah ini adalah keluarga kaya karena memiliki anggur, pelayan, pemimpin pesta, banyak tempayan. Hanya saja pesta mereka menjadi kekacauan dari pihak keluarga pesta yang tidak mengira bahwa akan banyak orang yang hadir di pesta mereka oleh sebab ada Rabi terkenal, yaitu Yesus dan mereka mengenalNya sebagai Mesias mereka sebab mereka telah mendengar kabar-kabar tentang kehidupan Yesus yang ajaib.

Pemimpin pesta sangat terkejut melihat air berubah menjadi anggur.

Demikianlah bila kita memberikan pengharapan kita kepada Yesus dengan lebih lagi maka kita akan menikmati kesuksesan dan keajaiban yang indah pada waktu yang tidak kita duga kapan pun itu. Mungkin kita mengalami kepanikan, keterbatasan dan ketidakberdayaan. Ada waktu dimana kita sepertinya habis akal, habis daya dan tidak mengetahui lagi apa yang harus diperbuat. Namun kali ini kita belajar bahwa ada Yesus yang dapat menjadi sumber pengharapan kita. Yesus dapat membuat keadaan yang sepertinya tawar, tiada rasa, kalut, serba tidak pasti, seolah-olah kacau, merasa sepertinya dipermalukan, merasa hidup tiada arti, merasa sudah gagal semua, tidak bisa tertolong lagi menjadi keadaan yang ajaib dan tidak masuk akal, manis, indah, cantik, teratur, baru, terobosan besar, ada pertolongan yang tiba-tiba dan benar-benar mujizat dalam hidup kita. Alangkah menakjubkan dan mengagumkannya Yesus kita ini.

G. Yohanes 2:11  Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Kalau Alkitab menjadi tanda-tanda Yesus yang pertama artinya ialah ini tanda-tanda keajaiban yang Yesus perbuat di depan orang banyak di masa dewasaNya.

Yesus pernah membuat mujizat waktu Petrus dan teman-temannya hendak menjala ikan dan ketika Yesus berfirman lalu Petrus dan teman-temannya menaati perintah Yesus maka mereka mendapat ikan yang sangat banyak sekali. Dimana Yesus mendapat murid-muridNya yang pertama. Petrus di kala itu memang anak orang kaya yang memiliki banyak kapal penangkap ikan di sekitar danau Galilea. Di Israel, kita bisa melihat adanya kapal-kapal milik keluarga Petrus yang sudah sangat tua bahkan kita bisa menjumpai betapa luas dan besarnya rumah ayah Petrus dan keluarga Petrus disana. Luk 5:1-11.

Dalam kisah air menjadi anggur ini dikatakan bahwa Yesus sudah memiliki murid-muridNya artinya ini adalah kisah Yesus memberikan mujizatNya yang pertama di muka umum.

Kisah air menjadi anggur tanpa alkohol dalam jaman Yesus, pernah terjadi di Soe, Timor-Timor tahun 1965. Air menjadi anggur tanpa alkohol pernah terjadi lagi di Soe tahun 2000 ketika umat Tuhan disana berdoa agar Tuhan Yesus menyatakan kembali mujizatNya dimana air bisa menjadi anggur tanpa alkohol. Joshua Mills seorang hamba Tuhan di Amerika Serikat pernah 2 kali menerima mujizat air menjadi anggur tanpa alkohol. Dalam beberapa waktu di berbagai belahan dunia telah banyak umat Tuhan mendapat mujizat air menjadi anggur tanpa alkohol ketika berdoa di dalam nama Tuhan Yesus agar mujizat air menjadi anggur terjadi.

Inti dari kisah ini ialah apapun masalah kita bila tidak ada lagi yang bisa menolong kita maka kita bisa memiliki pengharapan pasti dan pertolongan pasti yang datang dari Surga dengan kita datang kepada Yesus, satu-satunya pertolongan kita yang ajaib, pasti, selalu tepat waktu dan heran. Semua pasti bisa menjadi manis ketika kita serahkan semua persoalan yang tidak sanggup kita buat sehingga mujizat yang dari Tuhan Yesus terjadi dan bisa kita alami, nikmati dan syukuri.

Anugerah dan perkenanan Tuhan Yesus siap Dia curahkan kepada kita. Datanglah kepada Yesus. Yesus sungguh-sungguh ajaib.




Apakah ini, hilang dicari, ketemu diinjak? Sendal jepit.

Biasanya kalau kita mencari biasanya akan kita simpan sebab barang itu kita sayang dalam artian barang itu berguna. Namun kali ini kita cari lalu pasti kita buang. Hayo, apakah itu ya? Upil.




II. Masuk Surga kekal.

Sangat disayangkan bila kita tidak menerima kepastian akan kemana kita kelak sesudah kita meninggal.

Firman Tuhan Yesus berkata;

Efesus 2:6  dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

A. Hanya dalam Yesus saja kita diselamatkan dan masuk Surga.

B. Bagaimana cara dapat jaminan masuk Surga?

Roma 10:9-10  Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Caranya adalah kita berdoa dengan kuat segenap hati dan mengucap dengan mulut menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hati kita maka jaminan masuk Surga kita dapatkan sekarang juga.

C. Doa menerima Yesus.

Mari kita berdoa:

"Tuhan Yesus, saya bertobat dari semua dosa saya dan ampunilah saya dengan pengorbananMu di salibMu. Saya menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hati saya. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin."

Kita diselamatkan bukan dengan perbuatan melainkan dengan iman dalam Yesus.

D. Apa yang harus dilakukan selanjutnya?

1. Bacalah Alkitab secara rutin tiap hari agar iman kita bertumbuh.
2. Pergi dan setia beribadahlah di gereja yang sehat dan bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.
3. Layanilah Tuhan Yesus dengan hidup kita dalam iman di tiap kehidupan kita masing-masing dengan bersukacita dan berbahagia dalam hidup kita bersama Tuhan Yesus.
4. Rayakan hidup ini dan jadilah berkat bersama-sama orang-orang terdekat dan orang-orang di sekitar kita.
5. Ajaklah orang-orang terdekat kita, orang-orang yang di sekitar lingkungan kita dan banyak orang untuk datang kepada Yesus Tuhan dan miliki kebahagiaan Tuhan yaitu satu jiwa bertobat maka seluruh isi Surga bersorak-sorak.

Datanglah kepada Yesus.

Tuhan Yesus Kristus memberkati.

1 komentar:

  1. Di https://www.ladderofjacob/

    Ada artikel yang judulnya " Six stone Jars " dr Ben Burton yg bahas makna air jadi anggur ini juga. Bahasa Inggris sih.

    BalasHapus