Minggu, 31 Juli 2016



Berdoa bagi terorisme.

Kisah Para Rasul 9:1-18  Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.
Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"
Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."
Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."
Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.










I. Berdoa bagi terorisme.

Kisah Para Rasul 8:3  Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Kisah Para Rasul 22:4  Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.

Terorisme sudah ada sejak dulu kala.

Teror pertama kali dilakukan dan berhasil membunuh sepertiga manusia dan hal itu membuat kejadian yang sangat tragis dimana terjadi tragedi begitu mengerikan, begitu ganas, begitu sadis, bersimbah darah, hal yang sangat memalukan dan sangat menyedihkan yaitu pada waktu Kain membunuh Habel.

Kejadian 4:8  Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Bukan karena banyak bahan materi teror berupa didoktrin melalui banyak CD, banyak DVD, banyak buku, ajaran langsung oleh para pemimpin yang mengajarnya, bukan karena latihan militernya dan gaya hidup teror.

Terorisme itu sebenarnya adalah roh dan segi pandangan.

Sama seperti rasul Paulus yang sebenarnya orang yang sangat cerdas, otaknya melebihi otak Einstein dalam hal IQ, hebat tanpa cacat dalam agama Yahudi bahkan bisa termasuk salah satu pakar agama Yahudi namun dia bisa menjadi kepala terorisme yang menganiaya jemaat Tuhan, yang memenjarakan jemaat, yang membinasakan alias membunuh jemaat Tuhan Yesus dengan cara sadis.

Jadi dengan singkat saja dari penjelasan ini ialah apa yang bisa kita lakukan?

Berdoa bagi terorisme.

Yang penting bagi kita adalah kita berdoa bagi orang-orang yang melakukan terorisme itu.

Doa-doa kita pasti di dengar Tuhan Yesus. Semua ada jadwal Tuhan untuk para teroris bertobat.

Masalahnya apakah kita berdoa untuk mereka?

Tuhan tidak pernah lalai dalam hal menyelamatkan dan memberi pertobatan.

2 Petrus 3:9  Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Yesus sudah mati dan bangkit pada hari ketiga agar kita bisa bangkit dan hidup dalam anugerahNya.

Karena itu para teroris pun sebenarnya adalah manusia. Mereka hanya terikat dalam sudut pandangan mereka sendiri sebab roh mereka juga dikuasai oleh kepahitan hati, dendam, roh kebencian, roh marah, roh pemberontakan, roh aniaya atau penyiksa, roh mencuri, roh pembunuh. Jadi selain mereka dibutakan dengan pandangan pikiran dan hati yang tidak beres sebagai dasarnya tetapi dengan itulah maka setan menunggangi mereka.

Bagaimana kita mendoakan terorisme?

1. Sadari bahwa tiap manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia di antara segala ciptaan lain.

Para teroris adalah manusia. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang mengasihi para teroris. Miliki beban hati untuk berdoa untuk para teroris ini bahwa mereka adalah orang yang dikasihi Tuhan Yesus dan ada rencana besar Tuhan atas mereka untuk mereka dipakai Tuhan Yesus dengan luar biasa.

2. Teror itu menyakitkan.

Teror itu menyakitkan. Kita tidak berbicara tentang teror dalam keluarga atau komunitas tetapi kita bicara konteksnya dalam hal teror secara Nasional dan dalam lingkup global tetapi bergerak secara lokal namun kita yakin bahwa impact atau dampaknya secara global.

Bila kita mau melihat sejarah maka bukan masalah agama tetapi lebih kepada roh, pandangan pikiran dan budaya. Umpama di salah satu pulau ada kedua suku bersaudara yang baru saja duduk-duduk, makan bersama, tertawa bersama tiba-tiba saling berperang dan perang harus berhenti bila ada satu orang sudah mati. Lalu selanjutnya makan bareng lagi, tertawa bersama, pesta lagi dan ini nyata.

Sangat menyakitkan mendengar bila ada jatuh korban seperti aksi teror global dalam sejarah. Bukan cuma rugi harta, tempat tinggal, tapi juga anak-anak kehilangan orangtua, orangtua kehilangan anak-anak, banyak jatuh korban jiwa entah luka ringan atau luka parah dan tidak sedikit yang meninggal, termasuk bisa saja keluarga demi keluarga meninggal tanpa sisa bahkan masa depan mereka menjadi suram.

3. Perlu campur tangan Tuhan.

Tentu saja kita memang mempunyai organisasi atau badan yang menangani masalah terorisme ini baik militer, kepolisian, intel, badan anti narkoba hingga badan-badan kerjasama Internasional, agen-agen anti teror global dan lainnya.

Kali ini mari kita satukan hati kita untuk memberantas narkoba ini dengan cara sederhana melalui doa bagi para pelaku terorisme termasuk para kepala teror dan keluarganya, seluruh anak buahnya dan keluarga mereka, orang-orang yang berusaha di rekrut untuk terorisme, orang-orang yang tertarik dengan cara-cara teror untuk meneror (sebab teror bukan cuma dilakukan oleh banyak organisasi yang rapi terorganisir tapi juga perorangan dan terorisme perorangan ini yang lebih sulit untuk dideteksi oleh para badan intel atau badan mata-mata).

Mendoakan ekstrimis teror ini bukan sesuatu yang tinggi-tinggi namun adalah menyangkut solidaritas kemanusiaan, perdamaian dan cara kita melibatkan diri dalam membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan agar memperoleh pertobatan sejati.

Tidak ada salahnya bila mendoakan para teroris sebab ini cara sederhana dalam penginjilan atau disebut juga penginjilan dengan doa.

Percayalah bahwa waktu kita berdoa maka pasti ada para kepala teroris atau keluarganya bertobat, pasti ada anggota atau keluarganya yang bertobat, pasti ada teroris perorangan yang bertobat. Pasti ada teroris-teroris yang bertobat karena bertemu dengan Tuhan Yesus.

Sekarang ini telah banyak para teroris yang bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hatinya, dipenuhi Roh Tuhan dan dipakai Tuhan untuk memenangkan banyak jiwa di seluruh dunia.

Doa:

Tuhan, Engkau mengasihi semua manusia termasuk para teroris. Kami minta campur tanganMu agar memberikan pertobatan dan perjumpaan pribadi kepada para kepala teroris dan keluarganya, para teroris dan keluarganya, para teroris perorangan. Biarlah senjata yang mereka buat tidak sedikit pun membuat korban jiwa terjadi. Nyatakan anugerahMu atas mereka. Berikan belaskasihanMu kepada mereka, buat mereka bertobat, selamatkan mereka, penuhi mereka dengan Roh Tuhan dan pakai mereka untuk memenangkan jiwa-jiwa. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.










II. Masuk Surga kekal.

Sangat disayangkan bila kita tidak menerima kepastian akan kemana kita kelak sesudah kita meninggal.

Firman Tuhan Yesus berkata;

Efesus 2:6  dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

A. Hanya dalam Yesus saja kita diselamatkan dan masuk Surga.

B. Bagaimana cara dapat jaminan masuk Surga?

Roma 10:9-10  Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Caranya adalah kita berdoa dengan kuat segenap hati dan mengucap dengan mulut menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hati kita maka jaminan masuk Surga kita dapatkan sekarang juga.

C. Doa menerima Yesus.

Mari kita berdoa:

"Tuhan Yesus, saya bertobat dari semua dosa saya dan ampunilah saya dengan pengorbananMu di salibMu. Saya menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hati saya. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin."

Kita diselamatkan bukan dengan perbuatan melainkan dengan iman dalam Yesus.

D. Apa yang harus dilakukan selanjutnya?

1. Bacalah Alkitab secara rutin tiap hari agar iman kita bertumbuh.
2. Pergi dan setia beribadahlah di gereja yang sehat dan bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.
3. Layanilah Tuhan Yesus dengan hidup kita dalam iman di tiap kehidupan kita masing-masing dengan bersukacita dan berbahagia dalam hidup kita bersama Tuhan Yesus.
4. Rayakan hidup ini dan jadilah berkat bersama-sama orang-orang terdekat dan orang-orang di sekitar kita.
5. Ajaklah orang-orang terdekat kita, orang-orang yang di sekitar lingkungan kita dan banyak orang untuk datang kepada Yesus Tuhan dan miliki kebahagiaan Tuhan yaitu satu jiwa bertobat maka seluruh isi Surga bersorak-sorak.

Datanglah kepada Yesus.

Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar