Rabu, 05 Oktober 2016
Rahasia anak-anak Tuhan
rahasia anak-anak Tuhan
Oh, sungguh luar biasa mengagumkannya anak-anak Adam, anak-anak Abraham. Karena darah Tuhan, karena darah Kristus (darah Raja Maha Besar, Raja diatas segala raja) maka kita yang percaya Yesus sebagai Tuhan dalam hati kita karena ditebus darah Tuhan maka kita menjadi anak-anak Tuhan. Kita adalah anak-anak Tuhan.
Tadinya kita semua sudah berdosa. Rom 3:23. Dosa adalah dosa. Dosa bukan sekedar masalah. Tuhan tidak kompromi dengan dosa. Seperti anak bayi, ia tidak bisa membersihkan kotoran dirinya sendiri. Ia tidak tahu cara membersihkan dosa. Ia hanya tahu menangis, goyang-goyang tangan dan gelisah. Tetapi dia itu bukan membersihkan kotorannya. Harus orang tuanya. Begitu juga manusia tidak bisa membersihkan dosanya sendiri. Manusia bisanya berputar-putar di agama, ajaran moral, ajaran etika, tetapi bagian dosa tidak bisa kita bersihkan sendiri. Ams 14:12. Hanya Tuhan yang sanggup. Dan Tuhan Yesus telah menjadi manusia Kristus di bumi. Yesus telah menderita dalam karya salib-Nya. Ia menanggung semua dosa manusia, semua sakit penyakit kita, semua kutuk kita, semua kemiskinan kita, semua hukuman yang telah ditetapkan-Nya (hukuman Tuhan telah Ia tanggung sendiri). Yesus tidak menganggap diri-Nya sebagai Tuhan saat Ia menderita sampai mati dalam karya salib-Nya. Tubuh Yesus sudah tercabik-cabik. Daging-Nya sudah terkoyak-koyak. Darah-Nya sudah dicurahkan. Sekalipun demikian dengan perkataan-Nya sendiri Ia telah katakan bahwa Ia adalah Tuhan. Yoh 13:13. Ia telah berkata bahwa Ia adalah Jalan, Kebenaran, Hidup. Artinya Ia berkata bahwa Ia adalah Sorga (Swarga: jalan; loka: lurus/kebenaran -- Sorga adalah jalan, kebenaran, hidup). Yoh 14:6.
Oleh darah Yesus dalam iman menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hati maka kita diselamatkan utuh. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hati kita maka kita sudah menerima nama-Nya. Artinya kita percaya Yesus. Kabar dahsyat indahnya. Firman Tuhan katakan bila kita menerima Yesus maka kita menjadi anak-anak Tuhan. Kita bayi-bayi jalanan. Kita terbuang namun Tuhan Yesus datang dan membersihkan dosa kita dengan darah-Nya. Kita sekarang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hati kita maka kita menjadi anak-anak Tuhan. Yoh 1:12.
Sukacita luarbiasa. Kita adalah anak-anak Tuhan. Kita tadinya anak buangan kini diangkat jadi anak-anak-Nya. Artinya kita adalah anak-anak angkat Tuhan. Kita adalah anak-anak angkat Tuhan. Sungguh diluar dugaan kasih Tuhan kepada kita sangat dahsyat kasih-Nya. Tuhan tidak perlakukan kita sebagai anak angkat Tuhan. Tuhan tidak anggap kita sebagai anak tiri Tuhan. Ini indah. Tuhan memperlakukan kita sebagai anak kandung-Nya. Tuhan menganggap kita sebagai anak kandung-Nya. Kita istimewa. Langsung dari Tuhan untuk kita. Tuhan mengangkat kita sebagai anak-Nya. Tuhan Yesus membuat kita tidak sekedar jadi penghuni Sorga, tetapi menjadi anak-anak-Nya. Penghuni Sorga butuh tempat. Alamat kita pasti, yaitu Sorga. Yesus menjadikan kita sebagai keluarga Tuhan. Keluarga istana Sorga. Artinya kita bisa berbicara dan bertemu dengan Tuhan Yesus langsung di Sorga di dalam hati kita.
Anak-anak Tuhan artinya kita sama tidak tergoncangkannya seperti Tuhan. Kita tidak bisa digoyahkan. Kita tidak bisa ditembus apapun secara roh. Roh kita di Sorga, namun jiwa dan tubuh kita di bumi. Kita bisa memerintahkan banyak hal untuk sesama manusia. Kita bisa perintahkan berkat. Kita bisa perintahkan kemakmuran datang. Santet, pelet, tenung, teluh, gendam, guna-guna, hipnotis, mantra-mantra, kekuatan gaib, kuasa antikris, kemampuan gereja setan, kekuatan murid setan, kekuatan pemerintahan setan secara global, vodoo, kekuatan sihir, kutuk, kekuatan gelap apapun tidak bisa menembus pertahanan dan perlindungan Tuhan sempurna untuk anak-anak. Setan apapun tidak bisa masuk dan tidak ada ijin untuk dia bisa menyelusup pada kita. Hantu, pocong, werewolf, jin, arwah penasaran, arwah murka, vampir, kuntilanak, jenglot, tuyul, setan paling jahat, maut sekalipun tidak bisa bertahan di depan anak-anak Tuhan. Kitalah raja atas mereka. Mereka semua tawanan kita. Yesus sudah menang atas mereka. Mereka sudah kalah mutlak. Kita sudah menjadi anak-anak Tuhan artinya kita menjadi tidak terkalahkan. Di depan kita justru mereka akan lari. Mereka akan sujud gemetar sambil mundur kepanasan. Karena darah Yesus melindungi kita maka ada terang Tuhan memancar gilang gemilang dalam diri kita. Kita ada di Sorga. Kita ada di atas. Mereka dibawah. Mereka dalam gelap. Kita ada dalam terang Tuhan. Ketika kita datang tidak ada satupun mahluk jelek, jahat dan kejam itu sanggup berkuasa lagi. Lutut mereka langsung lemas. Seluruh kekuatan mereka hilang. Mereka akan langsung menyatakan menyerah. Kita yang sungguh-sungguh komitmen dalam Tuhan Yesus akan mendapati tidak akan terjadi transfer spirit yang jahat dalam suatu area mereka. Justru mereka melihat dengan jelas bahwa kehadiran kitalah yang menandakan daerah itu kini bukan mereka lagi penguasanya melainkan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dalam diri kita. Kita menjadi penguasa di tempat itu dalam roh. Kita punya wibawa dan kekuatan yang segar dan selalu baru dari Sorga. Kita memerintah bersama Tuhan Yesus. Inilah kebenaran. Kita jadi teror tertinggi. Kita yang jadi penyakit yang sangat menyakitkan bagi mereka. Setan ada dibawah kaki anak-anak Tuhan. Setan apapun akan kenal status kita adalah anak-anak Tuhan. Orang-orang khusus. Keluarga istana kerajaan Tuhan. Preman tidak akan pernah berani melawan keluarga kerajaan. Preman pun ada dalam struktur rendahan. Preman mengerti bahwa ia di bawah dan keluarga kerajaan jauh lebih tinggi derajatnya. Preman pun mengerti bahwa ia harus tunduk, ia harus hormati keluarga kerajaan, ia harus hargai tinggi anak-anak raja, begitupun dengan anak-anak Raja Maha Besar, anak-anak Tuhan. Setan sudah kalah. Ia preman yang ditawan Tuhan Yesus. Setan sudah kalah, setan sudah dipenjara. Setan sudah diikat. Tuhan Yesus sudah menang. Senjatanya sudah dilucuti. Tidak ada senjata roh dari setan akan mengenai anak-anak Tuhan. Senjata roh apapun dari setan sudah dilucuti. Artinya hilang sekejap saat mendekati anak-anak Tuhan dan tidak akan pernah dapat melukai, tidak akan meracuni, tidak akan membunuh kita. Tiada perlu trik atau tips apapun untuk ini. Deklarasikan saja kemenangan Tuhan Yesus maka kemenangan Tuhan itu juga adalah kemenangan yang sama terjadi dalam diri kita. Kita menang mutlak atas setan. Kemenangan kita sama seperti kemenangan Tuhan karena ada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dalam hati kita. Rom 10:9. Kita orang yang paling beruntung di muka bumi. Kita orang paling berbahagia di bumi karena Yesus sebagai Tuhan ada dalam hati kita. Mrk 16:15-20.
Anak-anak Tuhan adalah anak-anak kasih. Kita dikenal sebagai orang yang mengasihi karena Sumber Kasih ada dalam diri kita yaitu Tuhan Yesus. Kita seakan-akan lupa untuk membenci karena kita adalah anak-anak Tuhan. Kita anak-anak istana Tuhan. Keluarga Tuhan di istana Tuhan. Namun tubuh kita dan jiwa kita ada dibumi. Kita bukan petapa. Sekalipun petapa mencari pencerahan namun mereka tidak akan pernah sebanding dengan anak-anak Tuhan. Pencerahan para petapa pun berasal dari setan sebab mereka tidak mungkin memperkenalkan Yesus sebagai Tuhan dan memperkenalkan kuasa kebangkitan Tuhan. Mereka andalkan tongkat sakti, keris sakti, jurus sakti dan semedi, maka kita andalkan Yesus sebagai Tuhan dalam hati. Baik kekuatan, baik kuasa, baik hubungan. Kita harus mengerti bahwa kita bukan petapa yang tidak berhubungan dengan masyarakat. Sebagai anak-anak Tuhan maka kita lakukan segala yang baik sesuai firman Tuhan, kita ekstra belajar dan bekerja di ekstra waktu, kita ekstra tingkatkan kualitas kita, kita ekstra waktu untuk lebih baik. Sebagai anak-anak Tuhan maka kita akan saling menolong, saling membantu, saling mengasihi, saling mengampuni, saling maklum, saling memahami, saling memperbaiki, saling ekstra meningkat kebaikan dan kehidupannya. Kaya kasih, kaya hikmat, kaya kemurahan, kaya rejeki, kaya sukacita, kaya dalam Tuhan. Kita pasti menjadi kaya, kian lama kian kaya sehingga kita menjadi sangat kaya. Tetap berada digaris depan bersama Tuhan. Mat 5-8.
Sungguh. Karena darah Tuhan Yesuslah maka kita bisa lakukan kebaikan, kita bisa mendapati motif hati kita bersih, ada dorongan-dorongan kuat untuk berjalan lurus dan di tetap di track/jalur yang benar.
Darah Yesus ajaib. Darah Yesus berkuasa. Darah Yesuslah alasan untuk hidup kita baik sangat baik. Darah Yesus membuat kita belajar ekstra, bekerja ekstra, meningkat melesat ekstra. Darah Yesus mulia. Tanpa akui darah Yesus tidak sedikit diantara kita yang mati dan tidak sedikit diantara kita yang sakit. Hormati darah Tuhan Yesus. Ibr 9:14. Anak-anak Tuhan adalah orang percaya yang mengakui darah Yesus berkuasa atas dirinya. Darah Tuhan inilah senjata kita, perisai kita, kemenangan kita. Kita berjalan dari kemenangan kepada kemenangan. Dari berkat kepada berkat. Dari kuasa Tuhan kepada kuasa Tuhan. Dari kemakmuran kepada kemakmuran. Kekuatan anak-anak Tuhan ada dalam darah Yesus. Mari kita sebagai anak-anak Tuhan berjalan dalam kuasa Tuhan di darah Yesus. Masa depan adalah milik kita karena kita adalah anak-anak Tuhan, keluarga Tuhan teristimewa di Sorga. Tuhan Yesus sebagai Tuhan dalam hati kita sungguh sangat sangat luar biasa baiknya tanpa batas.
Yesus Penyembuh
kesaksian Tuhan Yesus menyembuhkan dengan ajaib
Tuhan Yesus bekerja dahsyat tiap harinya. Saya banyak melihat kesaksian orang-orang yang sakit disembuhkan Tuhan Yesus di gereja dan dalam banyak pelayanan. Kanker, tumor, sakit tulang, sakit jantung, lumpuh, bisu, tuli, buta, alergi, sulit punya anak, AIDS, koma dan lain-lain, semua Tuhan Yesus sembuhkan dengan ajaib. Heran, takjub, kagum karena keajaiban yang Tuhan Yesus lakukan. Ya, semua Tuhan Yesus.
Melalui doa dari gembala sidang kami terkasih atau dari para wakil gembala atau dari sesama jemaat maka terjadi banyak pemulihan dan kesembuhan dari Tuhan Yesus.
Saya sendiri melihat karya Tuhan Yesus dalam pelayanan ternyata Ia bekerja dengan dahsyat baiknya. Tahun lalu ada orang koma diajak seorang jemaat untuk mendoakan keluarganya yang koma tersebut. Lalu saya ajak ia sepakat mendoakan kesembuhan keluarganya yang terbaring koma. Tak lama kemudian dia melapor setelah doa beberapa jam kemudian di hari itu saudaranya yang koma itu sadar dari komanya, dipindah dalam kamar pasien, lalu dalam beberapa hari kemudian sembuh total dan pulang. Kini pasien tadi sehat dan ia rajin ke gereja serta hidup sungguh-sungguh dengan Tuhan Yesus. Ini kerja Tuhan Yesus.
Banyak orang merasa enteng, sembuh dan enak saat sudah saya ajak doa datang pada Tuhan Yesus. Ada yang bilang lega, dapat kekuatan, segar, damai, tenang. Itulah Tuhan Yesus. Ia menyembuhkan batin kita, Ia menyembuhkan mental emosional kita. Ia menyembuhkan luka hati kita. Ia menyembuhkan tubuh kita. Bagi Tuhan Yesus itu kesembuhan itu paling gampang. Masalahnya apa orang tersebut bersyukur, komitmen pada Tuhan Yesus dan tetap ibadah atau tidak. Nanti setelah sembuh justru tidak ada respon baliknya kepada Tuhan. Itulah tidak heran kenapa penyakit yang sama balik lagi bahkan penyakit yang lain datang dan keadaannya makin parah. Karena mereka mau diluar area Tuhan. Diluar Tuhan Yesus tidak ada perlindungan, tidak dapat menghasilkan apapun yang sangat sangat indah kehidupan kita.
Ada lagi seorang partner/rekan dalam pelayanan, dulunya ia depresi berat. Maaf kata, ia gila dan sempat ditaruh keluarganya dirumah sakit jiwa dan beberapa panti rehabilitasi. Kehidupan rekan saya dulu kacau. Akhirnya keluarganya menyerah dan membawanya kepada Tuhan Yesus. Saya bawa ia datang pada Tuhan Yesus. Saya tidak dapat berbuat apapun. Manusia tidak bisa menyembuhkan. Hanya Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan, hanya Tuhan Yesus sanggup memulihkan. Saya bawa rekan saya untuk baca Alkitab firman Tuhan dan bersaat teduh, saya dorong ia untuk tetap hadir ikut doa bersama tiap hari jam 10-12 siang bersama dengan para pemimpin gereja kami. Ajaib. Tuhan Yesus menyembuhkan ia secara ajaib. Dan hari ini ia melayani Tuhan di gereja dengan penuh syukur, komitmen sepenuhnya dengan Tuhan dan beribadah. Ketika rekan saya tadi terbuka, taat, menurut, rendah hati untuk mau sembuh dari Tuhan Yesus dan ia sangat menerima dan menyerap hal-hal rohani dari Tuhan Yesus, maka ia disembuhkan Tuhan Yesus.
Dalam beberapa pelayanan FA yang dipercayakan saya memimpinnya pun saya ajak semua yang hadir datang pada Tuhan Yesus. Sungguh Tuhan Yesus melawat mereka. Terjadi kelimpahan dan pelipatgandaan pemulihan, kesembuhan, damai sejahtera, kebahagiaan dan berkat dalam keluarga karena Tuhan Yesus. Mereka banyak bersaksi untuk kesembuhan mereka, lalu mereka komitmen beserta keluarga mereka untuk percaya kepada Tuhan Yesus dan ikut beribadah pula. Yang lain pun pada mengajak tetangga mereka dan keluarga mereka untuk ikut FA dan beribadah. Mereka pun dilawat Tuhan Yesus dengan manisnya.
Lalu pada Kamis tanggal 10 Februari 2011 ada lagi seorang jemaat mengajak saya mendoakan seorang pasien tetangganya yang akan tiba ke Palembang setelah dibawa ke Malaysia untuk diobati. Namun dokter-dokter Malaysia itu pada angkat tangan maka kembalilah pasien ini ke Palembang. Kabarnya pasien ini kena tumor di lehernya, kanker di pipi dan tulangnya serta maag. Bahkan kata dokter penyakit kanker dan tumornya sebenarnya sudah menjalar ke seluruh tubuhnya. Saya menunggu sejam sampai pasien itu datang. Rupanya pasien ini adalah tetangga yang mengajak saya untuk mendoakan. Kami datang dan melihat keadaannya. Ia terbaring lemah. Bicaranya halus dan lemah. Sudah berbulan-bulan ia hanya minum air saja dan hanya berbaring lemah tidak bisa berjalan. Ia lumpuh. Lalu saya ajak ia datang kepada Tuhan Yesus. Saya katakan padanya bahwa pemilik vonis itu Tuhan Yesus bukan dokter. Saya tidak bisa menyembuhkan tapi Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan. Seperti biasa saya bagikan firman Tuhan dan ajak ia menerima masuk Sorga karena menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dalam hati. Ia ikuti doanya. Lalu saya bagikan tentang kesembuhan dan saya ajak lagi doa kesembuhan. Lalu saya pulang karena waktu sudah larut malam ketika itu. Besoknya orang yang mengajak saya mendoakan tetangganya bilang bahwa hari itu juga bisa makan bubur untuk pertama kalinya setelah didoakan kesembuhan, ia bisa bicara jelas dan bisa berjalan kembali. Haleluya. Tuhan Yesus menyembuhkan secara ajaib.
Apapun masalah hidup kita. Hanya ada satu jawaban yang dapat membuat kita sembuh, pulih, damai sejahtera, bahagia, diberkati dalam keluarga, dipromosi, dapat kelimpahan dan pelipatgandaan yang baik dari Tuhan, yaitu hanya di dalam Tuhan Yesus saja. Manusia tidak dapat berbuat apapun dalam hal keajaiban. Hanya Tuhan Yesus saja adalah Tuhan yang ajaib.
Tuhan Yesus berkata:
"Marilah kepada-Ku kamu yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu." Mat 11:28.
"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat sebab memang Akulah Guru dan Tuhan." Yoh 13:13.
"Ia sendiri telah menanggung segala dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya (luka-luka Tuhan Yesus penuh kuasa-Nya) kamu telah sembuh." 1 Pet 2:24.
Beda pengikut dengan murid
Beda pengikut dengan murid Kristus Tuhan.
"Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." Yoh 13:35.
Kehidupan kristen adalah kehidupan seorang murid Kristus. Menjadi seorang kristen artinya ia menjadi murid Kristus. Kristus artinya adalah Maha Raja Sorga. Pemilik Sorga. Pemimpin Sorga. Pemimpin diatas segala sesuatu. Dan Yesus adalah Kristus. Menjadi murid Maha Raja Sorga, karena kita semua adalah raja-raja dan ratu-ratu yang memerintah bersama dengan Yesus Kristus di Sorga.
Menjadi seorang kristen berarti secara pribadi kita dilatih menjadi seorang yang siap menjadi raja atau ratu di Sorga. Kita dipersiapkan untuk memerintah di Sorga bersama dengan Tuhan Yesus Kristus di Sorga. Kita bukan hanya menjadi sekedar pengikut tetapi lebih dari itu kita adalah murid Raja di atas segala raja.
Apa beda antara menjadi pengikut dan menjadi murid?
1. Pengikut mencari untung. Murid menghidupi kebenaran.
Seorang pengikut hanyalah mencari keuntungan saja. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Bangga dengan bahwa semuanya karena dirinya. Ia ogah memikirkan orang lain. Ia senang menjadi vacum cleaner. Suka menyedot untung saja hanya untuk dirinya.
Seorang murid ialah seorang yang bersahaja. Mereka mencari kebenaran, mendalami kebenaran, memperkatakan kebenaran, bertindak sesuai dengan kebenaran dan sangat suka membagi kebenaran kepada orang lain. Ia hanya suka dengan kebenaran yang berasal dari firman Tuhan. Hatinya selalu berpesta ketika mendapatkan firman Tuhan lebih daripada seseorang yang mendapat hadiah 20 miliar dollar Amerika Serikat. Ia hanya mengenal bahwa kebenaran firman Tuhan meninggikan derajat bangsa. Ia tinggal dalam kebenaran dan kebenaran tinggal di dalam dia. Ia benar-benar menghidupi kebenaran firman Tuhan.
2. Pengikut jadi gelandangan sedangkan murid memiliki mentor.
Pengikut tidak punya pelatih. Ia hanya suka bebas tanpa ada guru, tanpa ada pemimpin, tanpa ada pelatih. Baginya ia lebih suka bebas tanpa ada yang mengatur dirinya. Ia tidak sadar bahwa dirinya telah mempersiapkan dirinya menjadi gelandangan yang permanen. Ia tidak mengetahui bahwa ia siap menjadi seorang yang tanpa keahlian khusus. Sadar atau tidak tentulah ia seorang pemalas yang tidak mau ambil bagian untuk sesuatu rencana besar yang indah bagi dirinya kelak yang bersifat permanen bahkan bersifat indah kekal.
Seorang murid ialah seorang yang memiliki pemimpin. Ia suka ada dalam perlindungan leadernya, gurunya, pelatihnya, coachnya, mentornya. Sekalipun pelatihnya tidak menyenangkan tetapi ia tahu hati pemimpinnya itu sayang kepadanya walau pelatihnya tidak pernah mengatakannya. Ia mengerti akan dirinya adalah mahkota bagi pemimpinnya. Ia melihat masa depannya sebagai masa depan terjamin. Begitu dahsyat indah bentuk masa depannya yang penuh kegemilangan.
3. Pengikut hanya ikut-ikutan sedang murid tekun belajar.
Pengikut hanya ikut-ikutan. Nanti bila ada momen even lain di tempat lain yang sama spektakulernya atau lebih spektakuler justru ia akan berlari ke sana. Pengikut itu tidak mencari nilai. Pengikut biasanya hanya sekedar memenuhi ruangan. Sekedar simpatisan tanpa mau mendapat kehidupan kebenaran firman Tuhan. Ia lebih suka dengan hura-hura, gegap gempita, loncat-loncat tanpa mendapat esensi/prinsip-prinsip dan nilai kehidupan yang membuat ia sangat sangat dahsyat spektakuler di dalam Tuhan. Mungkin ia berdoa. Mungkin ia ke gereja. Mungkin ia ke FA. Mungkin ia jalan bersama dengan saudara seiman lainnya. Tetapi ia cepat merasa tersinggung, ia cepat bosan, ia cepat membenci orang lain, ia susah memaafkan, ia mudah marah, ia menolak nasihat dan ajaran.
Seorang murid ialah orang yang tekun belajar. Ia gigih belajar kebenaran firman Tuhan. Pada akhirnya ia merupakan orang yang mudah diajar dan dibentuk sesuai dengan ajaran dan didikan dari keluarganya, sekolahnya, dari kampusnya, dari kantornya, dari tempat ia kerja, dari perusahaannya, dari instansi pemerintahannya. Ia tidak kompromi dengan dosa. Ia tidak kompromikan kebenaran dengan hal-hal yang menyimpang dari kebenaran. Ia menjadi seorang yang gigih menjadi yang terbaik menghidupi kebenaran. Ia seorang yang rendah hati sehingga tentulah ia seorang yang terus belajar dan belajar. Gigih belajar, gigih menerima pelajaran, gigih dalam pelatihan yang berat. Suka dilatih menjadi orang khusus dalam kerajaan Sorga. Ia yakin bahwa Tuhanlah yang membuat dirinya berhasil. Ia hanya berserah kepada Tuhan. Bagi seorang murid ia hanya berkata bahwa:"semua Tuhan Yesus."
4. Pengikut pasti kabur saat masa derita, sedangkan murid bertekun dalam hal-hal yang menyakitkan.
Pengikut hanya senang dengan yang pesta pora, harta, uang, omset miliaran sampai ratusan triliun. Ia senang menikmati. Ia suka menggunakan dan mengorbankan orang lain untuk melaksanakan tujuan-tujuan egoisnya. Ia suka membunuh karakter orang dengan memaki-maki, mengintimidasi dan mengancam orang lain. Namun ketika datang masa krisis, maka ia lebih suka kabur terlebih dulu. Ia hanyalah seorang pengecut. Tidak ada kehormatan turun dari seorang malaikat pun apalagi dari Tuhan untuk seseorang yang seperti ini.
Seorang murid adalah seorang pejuang. Ia suka menjadi orang yang bertahan. Bukan hanya ia belajar sekedar teori akan menderita dalam Kristus tetapi ia praktekkan menderita dalam Kristus itu. Ia suka memberitakan Injil Kerajaan Sorga walau dengan resiko ditolak, dihina, diejek, diintimidasi, ditinggalkan, dikucilkan. Ia suka memenangkan jiwa walau ditengah ancaman berat mungkin dalam keluarganya, dalam lingkungan orang-orang terdekatnya atau dari orang lain. Tetapi ia melihat bahwa nantinya akan banyak orang yang berubah, akan banyak orang menjadi keluarga kekasih Tuhan, bukan hanya menjadi warga Sorga saja. Ia melihat bahwa orang-orang yang dibawanya kepada Tuhan kelak akan membangun lebih besar daripadanya. Sekalipun ada tekanan ia gigih untuk membesarkan hati orang lain, ia gigih memperjuangkan nasib orang lain agar mendapat nasib dari Tuhan yaitu kebahagiaan, damai makmur penuh rejeki dan berkat dalam keluarga.
5. Pengikut selalu ingin diperhatikan, sedangkan murid hidup dalam ketaatan.
Pengikut selalu minta ingin diperhatikan. Ia seorang yang manja. Tidak mau tunduk kepada otoritas tetapi hobinya minta dipedulikan, minta belas kasihan, minta uang. Maunya hanya ditelepon; dijemput; dapat sesuatu yang murah, mungkin dari bazar murah, sembako murah, sembako gratis, pengobatan gratis, perjamuan kasih.
Seorang murid adalah seorang bertahan, seorang pejuang iman dimana ia taat melakukan firman Tuhan dalam hidupnya. Ia taat kepada otoritas, ia taat pada tokoh pemimpin rohani, taat pada orangtua, taat pada pemimpin, atasan, di rumah, di kelas, di sekolah, di kampus, di toko, di kantor, di instansi pemerintah, di perusahaan. Ia senang melakukan aktivitas yang diperintahkan oleh atasan/pemimpin. Sekalipun benar namun disalahkan pemimpin pun ia tetap diam tidak membela diri, tidak membantah, tetapi diam. Seorang murid akan selalu melihat yang baik dari mentornya. Seorang murid justru memperhatikan orang lain.
6. Pengikut suka sensasionalitas, sedangkan murid mengejar hal-hal yang berkenan.
Kadang kalau tidak ada acara seru, justru nanti tidak hadir. Pokoknya hadir cuma untuk acara seru-seruan. Acara celebration saja. Serba pesta saja. Datang bahkan selalu ingin diantar jemput. Kalau hujan tidak datang. Hari panas juga alasan kepanasan. Alasan sakit. Alasan macet di jalan dan lain sebagainya. Bisa kreatif mengeluarkan seribu alasan bila acara lagi tidak seru. Cepat bosan, cepat kering pula hidupnya.
Murid itu pemburu hal-hal yang bersifat rohani. Murid adalah seorang pemburu Tuhan. Ia suka dengan hadirat Tuhan. Baginya ini melebihi segala-galanya. Melebihi harta di sorga. Melebihi harta di bumi. Seorang murid gemar berkata-kata firman Tuhan. Ia suka dengan perkataan Tuhan. Perkataan Tuhan adalah pedoman, pegangan, perintah, komando, arahan yang tepat guna untuk dijalaninya, untuk dilakukannya. Ia senang dengan mengistimewakan Tuhan Yesus sebagai Tuhan (memuliakan Tuhan). Ia begitu berinisiatif untuk melakukan firman Tuhan.
7. Pengikut bersifat sementara, sedangkan murid itu permanen.
Pengikut itu bersifat sementara. Mudah kabur. Bila ada penderitaan sedikit langsung kabur. Bahkan di kala tidak ada penderitaan sudah menghilang. Ia mudah tergoda dengan kegelimangan harta, uang dan kekayaan. Baginya orang lain itu semua salah dan hanya ia yang benar. Ia mau orang lain jalani kemauannya tapi ia tidak ijinkan dirinya menjalankan kemauan baik orang lain. Kerjaannya biasa menjadi pemberontak. Nasihat-nasihat ditolak, teguran dibantah, ajaran dan didikan diejek dan tidak dipedulikan.
Murid adalah orang yang permanen. Paling suka praktek firman Tuhan. Ia senang berbagi firman. Dalam penderitaan ia bertahan. Ia suka berdoa dan renungkan firman Tuhan sebagai kekuatan tanpa batas dirinya dan senjata paling ampuh. Ia bergirang untuk selalu bersama-sama dengan hadirat Tuhan. Ia suka membantu mewujudkan impian orang. Ia seorang yang cinta Tuhan dengan tulus di hati.
Korban
sacrifice (korban)
Firman Tuhan kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" (Kejadian 4:9).
Adam saat itu sebelum memiliki anak-anak lainnya, ia mempunyai 2 orang anak yaitu Kain dan Habel. Adam membuat kedua anak ini bekerja, mengajari mereka belajar berkebun dan belajar menggembalakan hewan. Maka dibagilah tugas dari Kain, ia menjadi petani dan Habel menjadi penggembala kambing domba.
Kain sebagai petani mempersembahkan korban berupa sebagian hasil pertaniannya kepada Tuhan dan ditolak Tuhan, Habel sebagai penggembala kambing domba mempersembahkan korban lemak-lemak dari kambing domba dan diterima Tuhan. Apa bedanya?
1. Kain mempersembahkan sebagian hasil pertaniannya. Ia tidak mempersembahkan yang sulung (yang pertama) dari pertaniannya. Habel mempersembahkan anak sulung dari kambing dombanya yaitu lemak-lemak kambing dombanya. Tidak mungkin Tuhan tidak memberitahukan kepada Adam dan Hawa untuk mengajar memberi korban yang layak kepada Tuhan. Kain pastinya telah diajar mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan. Namun ia menolaknya.
2. Kain mempersembahkan korban berupa sebagian hasil pertaniannya. Kain mempersembahkan dari tanah yang telah dikutuk oleh Tuhan. Sedang Tuhan tidak mengutuk hewan. Seharusnya Kain bisa mempersembahkan korban dengan meminta dari ternaknya Habel. Namun Kain enggan. Kain bisa saja sedikit berkomunikasi dengan adiknya. Ia sibuk dengan dirinya sendiri. Pada akhirnya terjadi insiden berdarah. Terjadi pembunuhan sepertiga penduduk manusia, yaitu Kain membunuh Habel. Dikatakan sepertiga manusia karena yang hidup hanya Adam, Hawa, Kain, Habel dan yang dibunuh Kain adalah Habel. Justru sampai mati pun Tuhan tetap mencari Habel, membela Habel dari sikap sewenang-wenangnya Kain.
Bila kita beri korban persembahan yang layak untuk Tuhan namun kita diganggu gugat sampai mengalami aniaya maka Tuhanlah yang ambil kendali. Tuhanlah yang akan turun tangan, Tuhanlah yang membela hidup kita.
Jaman modern ternyata banyak pembunuhan. Terjadi perang, terjadi kudeta berdarah, terjadi pembunuhan massal, terjadi bunuh membunuh, terjadi pembunuhan fisik sampai pembunuhan karakter. Kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Orang berkata-kata dengan kasar, mengintimidasi, mengancam, melemahkan bahkan membuat batin sepertinya mati sebelum fisiknya mati.
Sebagai orang percaya, kita seharusnya memberi korban kepada Tuhan dengan hal yang sudah kita ketahui bersama yaitu beribadah. Ibadah dalam doa pujian penyembahan. Tuhan hadir melalui doa pujian dan penyembahan karena ada korban darah-Nya. Tuhan Yesus telah menjadi manusia yang meneladani semua perintah Tuhan yaitu semua perintah-Nya dan telah mempersembahkan diri-Nya (tubuh fisik manusia-Nya) sebagai Anak Domba Tuhan yang menjadi korban sempurna di hadapan Tuhan. Tubuh dan darah fisik-Nya menjadi korban sempurna bagi Roh-Nya, sebab Roh Tuhan Yesus adalah Roh Tuhan itu sendiri. Tidak ada korban sempurna selain tubuh dan darah Yesus. Ibr 9:14.
Karena ada korban yang sempurna dari pihak Tuhan yaitu tubuh dan darah Tuhan Yesus maka kita pun juga diperintahkan Tuhan untuk mempersembahkan korban atau ibadah kita kepada-Nya sebagai ekspersi syukur kita kepada-Nya atas korban sempurna tubuh dan darah Tuhan Yesus bagi kita.
Dengan korban tubuh dan darah Tuhan Yesus maka kita memiliki 2 sarana untuk mempersembahkan korban atau ibadah kepada Tuhan:
1. Doa pujian penyembahan.
Doa pujian penyembahan merupakan sarana untuk mempersembahkan korban bakaran sempurna bagi Tuhan. Apapun bentuk ibadahnya, Tuhan tetap mencari doa pujian penyembahan yang bisa menarik hadirat-Nya turun. Maz 22:4.
2. Kasih.
Kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Kita orang percaya telah memiliki Roh Tuhan Yesus sebagai Tuhan dalam hati kita ketika kita menerima Dia masuk dalam hati kita menjadi Tuhan di hati kita. Artinya saat itu juga kita memiliki
Sumber Kasih abadi. Karena itu kita dapat berjalan dan hidup saling mengasihi dengan saling menolong. Menolong dalam hal:
¤ saling membangun melalui perkataan.
Perkataan yang menguatkan, perkataan yang menghibur, perkataan yang menyentuh hati dan inilah yang membuat kita bisa berubah dan mengubahkan orang lain. "Kamu kuat." "Kamu anak-anak Tuhan yang dikasihi dan dikenan Tuhan." "Kamu pangeran Tuhan yang gagah perkasa yang dicinta Tuhan dan disukai Tuhan." "Kamu bisa bahkan lebih dari bisa, karena ada Roh Tuhan dalam dirimu." "Kamu baik bahkan sangat baik."
¤ saling membangun melalui bekerjasama.
Bangun kerjasama yang baik diantara kita. Jangan ada yang malas. Sebaiknya bila ada yang bekerja dalam kelompok yang lain juga ikut bekerja. Saling rendah hati, saling bekerjasama mewujudkan impian dan harapan juga target kita masing-masing. Kerjasama lebih cepat dari deadline yang ditetapkan. Tolonglah yang lemah, miskin dan kecil sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan. Beri kepada panti asuhan, bantu panti jompo, beri makan keluarga jalanan pada malam hari. Dan sebagainya. Patuhi peraturan pemerintah untuk tidak memberi kepada pengamen jalanan saat kita lagi mengendarai kendaraan pribadi. Beri sembako murah pada yang membutuhkan. Kita bangun saling menolong kepada sesama dari sekarang.
"Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." Gal 6:2.
Langganan:
Komentar (Atom)



