Rabu, 05 Oktober 2016
Korban
sacrifice (korban)
Firman Tuhan kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" (Kejadian 4:9).
Adam saat itu sebelum memiliki anak-anak lainnya, ia mempunyai 2 orang anak yaitu Kain dan Habel. Adam membuat kedua anak ini bekerja, mengajari mereka belajar berkebun dan belajar menggembalakan hewan. Maka dibagilah tugas dari Kain, ia menjadi petani dan Habel menjadi penggembala kambing domba.
Kain sebagai petani mempersembahkan korban berupa sebagian hasil pertaniannya kepada Tuhan dan ditolak Tuhan, Habel sebagai penggembala kambing domba mempersembahkan korban lemak-lemak dari kambing domba dan diterima Tuhan. Apa bedanya?
1. Kain mempersembahkan sebagian hasil pertaniannya. Ia tidak mempersembahkan yang sulung (yang pertama) dari pertaniannya. Habel mempersembahkan anak sulung dari kambing dombanya yaitu lemak-lemak kambing dombanya. Tidak mungkin Tuhan tidak memberitahukan kepada Adam dan Hawa untuk mengajar memberi korban yang layak kepada Tuhan. Kain pastinya telah diajar mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan. Namun ia menolaknya.
2. Kain mempersembahkan korban berupa sebagian hasil pertaniannya. Kain mempersembahkan dari tanah yang telah dikutuk oleh Tuhan. Sedang Tuhan tidak mengutuk hewan. Seharusnya Kain bisa mempersembahkan korban dengan meminta dari ternaknya Habel. Namun Kain enggan. Kain bisa saja sedikit berkomunikasi dengan adiknya. Ia sibuk dengan dirinya sendiri. Pada akhirnya terjadi insiden berdarah. Terjadi pembunuhan sepertiga penduduk manusia, yaitu Kain membunuh Habel. Dikatakan sepertiga manusia karena yang hidup hanya Adam, Hawa, Kain, Habel dan yang dibunuh Kain adalah Habel. Justru sampai mati pun Tuhan tetap mencari Habel, membela Habel dari sikap sewenang-wenangnya Kain.
Bila kita beri korban persembahan yang layak untuk Tuhan namun kita diganggu gugat sampai mengalami aniaya maka Tuhanlah yang ambil kendali. Tuhanlah yang akan turun tangan, Tuhanlah yang membela hidup kita.
Jaman modern ternyata banyak pembunuhan. Terjadi perang, terjadi kudeta berdarah, terjadi pembunuhan massal, terjadi bunuh membunuh, terjadi pembunuhan fisik sampai pembunuhan karakter. Kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Orang berkata-kata dengan kasar, mengintimidasi, mengancam, melemahkan bahkan membuat batin sepertinya mati sebelum fisiknya mati.
Sebagai orang percaya, kita seharusnya memberi korban kepada Tuhan dengan hal yang sudah kita ketahui bersama yaitu beribadah. Ibadah dalam doa pujian penyembahan. Tuhan hadir melalui doa pujian dan penyembahan karena ada korban darah-Nya. Tuhan Yesus telah menjadi manusia yang meneladani semua perintah Tuhan yaitu semua perintah-Nya dan telah mempersembahkan diri-Nya (tubuh fisik manusia-Nya) sebagai Anak Domba Tuhan yang menjadi korban sempurna di hadapan Tuhan. Tubuh dan darah fisik-Nya menjadi korban sempurna bagi Roh-Nya, sebab Roh Tuhan Yesus adalah Roh Tuhan itu sendiri. Tidak ada korban sempurna selain tubuh dan darah Yesus. Ibr 9:14.
Karena ada korban yang sempurna dari pihak Tuhan yaitu tubuh dan darah Tuhan Yesus maka kita pun juga diperintahkan Tuhan untuk mempersembahkan korban atau ibadah kita kepada-Nya sebagai ekspersi syukur kita kepada-Nya atas korban sempurna tubuh dan darah Tuhan Yesus bagi kita.
Dengan korban tubuh dan darah Tuhan Yesus maka kita memiliki 2 sarana untuk mempersembahkan korban atau ibadah kepada Tuhan:
1. Doa pujian penyembahan.
Doa pujian penyembahan merupakan sarana untuk mempersembahkan korban bakaran sempurna bagi Tuhan. Apapun bentuk ibadahnya, Tuhan tetap mencari doa pujian penyembahan yang bisa menarik hadirat-Nya turun. Maz 22:4.
2. Kasih.
Kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Kita orang percaya telah memiliki Roh Tuhan Yesus sebagai Tuhan dalam hati kita ketika kita menerima Dia masuk dalam hati kita menjadi Tuhan di hati kita. Artinya saat itu juga kita memiliki
Sumber Kasih abadi. Karena itu kita dapat berjalan dan hidup saling mengasihi dengan saling menolong. Menolong dalam hal:
¤ saling membangun melalui perkataan.
Perkataan yang menguatkan, perkataan yang menghibur, perkataan yang menyentuh hati dan inilah yang membuat kita bisa berubah dan mengubahkan orang lain. "Kamu kuat." "Kamu anak-anak Tuhan yang dikasihi dan dikenan Tuhan." "Kamu pangeran Tuhan yang gagah perkasa yang dicinta Tuhan dan disukai Tuhan." "Kamu bisa bahkan lebih dari bisa, karena ada Roh Tuhan dalam dirimu." "Kamu baik bahkan sangat baik."
¤ saling membangun melalui bekerjasama.
Bangun kerjasama yang baik diantara kita. Jangan ada yang malas. Sebaiknya bila ada yang bekerja dalam kelompok yang lain juga ikut bekerja. Saling rendah hati, saling bekerjasama mewujudkan impian dan harapan juga target kita masing-masing. Kerjasama lebih cepat dari deadline yang ditetapkan. Tolonglah yang lemah, miskin dan kecil sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan. Beri kepada panti asuhan, bantu panti jompo, beri makan keluarga jalanan pada malam hari. Dan sebagainya. Patuhi peraturan pemerintah untuk tidak memberi kepada pengamen jalanan saat kita lagi mengendarai kendaraan pribadi. Beri sembako murah pada yang membutuhkan. Kita bangun saling menolong kepada sesama dari sekarang.
"Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." Gal 6:2.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar