Rabu, 05 Oktober 2016
Beda pengikut dengan murid
Beda pengikut dengan murid Kristus Tuhan.
"Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." Yoh 13:35.
Kehidupan kristen adalah kehidupan seorang murid Kristus. Menjadi seorang kristen artinya ia menjadi murid Kristus. Kristus artinya adalah Maha Raja Sorga. Pemilik Sorga. Pemimpin Sorga. Pemimpin diatas segala sesuatu. Dan Yesus adalah Kristus. Menjadi murid Maha Raja Sorga, karena kita semua adalah raja-raja dan ratu-ratu yang memerintah bersama dengan Yesus Kristus di Sorga.
Menjadi seorang kristen berarti secara pribadi kita dilatih menjadi seorang yang siap menjadi raja atau ratu di Sorga. Kita dipersiapkan untuk memerintah di Sorga bersama dengan Tuhan Yesus Kristus di Sorga. Kita bukan hanya menjadi sekedar pengikut tetapi lebih dari itu kita adalah murid Raja di atas segala raja.
Apa beda antara menjadi pengikut dan menjadi murid?
1. Pengikut mencari untung. Murid menghidupi kebenaran.
Seorang pengikut hanyalah mencari keuntungan saja. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Bangga dengan bahwa semuanya karena dirinya. Ia ogah memikirkan orang lain. Ia senang menjadi vacum cleaner. Suka menyedot untung saja hanya untuk dirinya.
Seorang murid ialah seorang yang bersahaja. Mereka mencari kebenaran, mendalami kebenaran, memperkatakan kebenaran, bertindak sesuai dengan kebenaran dan sangat suka membagi kebenaran kepada orang lain. Ia hanya suka dengan kebenaran yang berasal dari firman Tuhan. Hatinya selalu berpesta ketika mendapatkan firman Tuhan lebih daripada seseorang yang mendapat hadiah 20 miliar dollar Amerika Serikat. Ia hanya mengenal bahwa kebenaran firman Tuhan meninggikan derajat bangsa. Ia tinggal dalam kebenaran dan kebenaran tinggal di dalam dia. Ia benar-benar menghidupi kebenaran firman Tuhan.
2. Pengikut jadi gelandangan sedangkan murid memiliki mentor.
Pengikut tidak punya pelatih. Ia hanya suka bebas tanpa ada guru, tanpa ada pemimpin, tanpa ada pelatih. Baginya ia lebih suka bebas tanpa ada yang mengatur dirinya. Ia tidak sadar bahwa dirinya telah mempersiapkan dirinya menjadi gelandangan yang permanen. Ia tidak mengetahui bahwa ia siap menjadi seorang yang tanpa keahlian khusus. Sadar atau tidak tentulah ia seorang pemalas yang tidak mau ambil bagian untuk sesuatu rencana besar yang indah bagi dirinya kelak yang bersifat permanen bahkan bersifat indah kekal.
Seorang murid ialah seorang yang memiliki pemimpin. Ia suka ada dalam perlindungan leadernya, gurunya, pelatihnya, coachnya, mentornya. Sekalipun pelatihnya tidak menyenangkan tetapi ia tahu hati pemimpinnya itu sayang kepadanya walau pelatihnya tidak pernah mengatakannya. Ia mengerti akan dirinya adalah mahkota bagi pemimpinnya. Ia melihat masa depannya sebagai masa depan terjamin. Begitu dahsyat indah bentuk masa depannya yang penuh kegemilangan.
3. Pengikut hanya ikut-ikutan sedang murid tekun belajar.
Pengikut hanya ikut-ikutan. Nanti bila ada momen even lain di tempat lain yang sama spektakulernya atau lebih spektakuler justru ia akan berlari ke sana. Pengikut itu tidak mencari nilai. Pengikut biasanya hanya sekedar memenuhi ruangan. Sekedar simpatisan tanpa mau mendapat kehidupan kebenaran firman Tuhan. Ia lebih suka dengan hura-hura, gegap gempita, loncat-loncat tanpa mendapat esensi/prinsip-prinsip dan nilai kehidupan yang membuat ia sangat sangat dahsyat spektakuler di dalam Tuhan. Mungkin ia berdoa. Mungkin ia ke gereja. Mungkin ia ke FA. Mungkin ia jalan bersama dengan saudara seiman lainnya. Tetapi ia cepat merasa tersinggung, ia cepat bosan, ia cepat membenci orang lain, ia susah memaafkan, ia mudah marah, ia menolak nasihat dan ajaran.
Seorang murid ialah orang yang tekun belajar. Ia gigih belajar kebenaran firman Tuhan. Pada akhirnya ia merupakan orang yang mudah diajar dan dibentuk sesuai dengan ajaran dan didikan dari keluarganya, sekolahnya, dari kampusnya, dari kantornya, dari tempat ia kerja, dari perusahaannya, dari instansi pemerintahannya. Ia tidak kompromi dengan dosa. Ia tidak kompromikan kebenaran dengan hal-hal yang menyimpang dari kebenaran. Ia menjadi seorang yang gigih menjadi yang terbaik menghidupi kebenaran. Ia seorang yang rendah hati sehingga tentulah ia seorang yang terus belajar dan belajar. Gigih belajar, gigih menerima pelajaran, gigih dalam pelatihan yang berat. Suka dilatih menjadi orang khusus dalam kerajaan Sorga. Ia yakin bahwa Tuhanlah yang membuat dirinya berhasil. Ia hanya berserah kepada Tuhan. Bagi seorang murid ia hanya berkata bahwa:"semua Tuhan Yesus."
4. Pengikut pasti kabur saat masa derita, sedangkan murid bertekun dalam hal-hal yang menyakitkan.
Pengikut hanya senang dengan yang pesta pora, harta, uang, omset miliaran sampai ratusan triliun. Ia senang menikmati. Ia suka menggunakan dan mengorbankan orang lain untuk melaksanakan tujuan-tujuan egoisnya. Ia suka membunuh karakter orang dengan memaki-maki, mengintimidasi dan mengancam orang lain. Namun ketika datang masa krisis, maka ia lebih suka kabur terlebih dulu. Ia hanyalah seorang pengecut. Tidak ada kehormatan turun dari seorang malaikat pun apalagi dari Tuhan untuk seseorang yang seperti ini.
Seorang murid adalah seorang pejuang. Ia suka menjadi orang yang bertahan. Bukan hanya ia belajar sekedar teori akan menderita dalam Kristus tetapi ia praktekkan menderita dalam Kristus itu. Ia suka memberitakan Injil Kerajaan Sorga walau dengan resiko ditolak, dihina, diejek, diintimidasi, ditinggalkan, dikucilkan. Ia suka memenangkan jiwa walau ditengah ancaman berat mungkin dalam keluarganya, dalam lingkungan orang-orang terdekatnya atau dari orang lain. Tetapi ia melihat bahwa nantinya akan banyak orang yang berubah, akan banyak orang menjadi keluarga kekasih Tuhan, bukan hanya menjadi warga Sorga saja. Ia melihat bahwa orang-orang yang dibawanya kepada Tuhan kelak akan membangun lebih besar daripadanya. Sekalipun ada tekanan ia gigih untuk membesarkan hati orang lain, ia gigih memperjuangkan nasib orang lain agar mendapat nasib dari Tuhan yaitu kebahagiaan, damai makmur penuh rejeki dan berkat dalam keluarga.
5. Pengikut selalu ingin diperhatikan, sedangkan murid hidup dalam ketaatan.
Pengikut selalu minta ingin diperhatikan. Ia seorang yang manja. Tidak mau tunduk kepada otoritas tetapi hobinya minta dipedulikan, minta belas kasihan, minta uang. Maunya hanya ditelepon; dijemput; dapat sesuatu yang murah, mungkin dari bazar murah, sembako murah, sembako gratis, pengobatan gratis, perjamuan kasih.
Seorang murid adalah seorang bertahan, seorang pejuang iman dimana ia taat melakukan firman Tuhan dalam hidupnya. Ia taat kepada otoritas, ia taat pada tokoh pemimpin rohani, taat pada orangtua, taat pada pemimpin, atasan, di rumah, di kelas, di sekolah, di kampus, di toko, di kantor, di instansi pemerintah, di perusahaan. Ia senang melakukan aktivitas yang diperintahkan oleh atasan/pemimpin. Sekalipun benar namun disalahkan pemimpin pun ia tetap diam tidak membela diri, tidak membantah, tetapi diam. Seorang murid akan selalu melihat yang baik dari mentornya. Seorang murid justru memperhatikan orang lain.
6. Pengikut suka sensasionalitas, sedangkan murid mengejar hal-hal yang berkenan.
Kadang kalau tidak ada acara seru, justru nanti tidak hadir. Pokoknya hadir cuma untuk acara seru-seruan. Acara celebration saja. Serba pesta saja. Datang bahkan selalu ingin diantar jemput. Kalau hujan tidak datang. Hari panas juga alasan kepanasan. Alasan sakit. Alasan macet di jalan dan lain sebagainya. Bisa kreatif mengeluarkan seribu alasan bila acara lagi tidak seru. Cepat bosan, cepat kering pula hidupnya.
Murid itu pemburu hal-hal yang bersifat rohani. Murid adalah seorang pemburu Tuhan. Ia suka dengan hadirat Tuhan. Baginya ini melebihi segala-galanya. Melebihi harta di sorga. Melebihi harta di bumi. Seorang murid gemar berkata-kata firman Tuhan. Ia suka dengan perkataan Tuhan. Perkataan Tuhan adalah pedoman, pegangan, perintah, komando, arahan yang tepat guna untuk dijalaninya, untuk dilakukannya. Ia senang dengan mengistimewakan Tuhan Yesus sebagai Tuhan (memuliakan Tuhan). Ia begitu berinisiatif untuk melakukan firman Tuhan.
7. Pengikut bersifat sementara, sedangkan murid itu permanen.
Pengikut itu bersifat sementara. Mudah kabur. Bila ada penderitaan sedikit langsung kabur. Bahkan di kala tidak ada penderitaan sudah menghilang. Ia mudah tergoda dengan kegelimangan harta, uang dan kekayaan. Baginya orang lain itu semua salah dan hanya ia yang benar. Ia mau orang lain jalani kemauannya tapi ia tidak ijinkan dirinya menjalankan kemauan baik orang lain. Kerjaannya biasa menjadi pemberontak. Nasihat-nasihat ditolak, teguran dibantah, ajaran dan didikan diejek dan tidak dipedulikan.
Murid adalah orang yang permanen. Paling suka praktek firman Tuhan. Ia senang berbagi firman. Dalam penderitaan ia bertahan. Ia suka berdoa dan renungkan firman Tuhan sebagai kekuatan tanpa batas dirinya dan senjata paling ampuh. Ia bergirang untuk selalu bersama-sama dengan hadirat Tuhan. Ia suka membantu mewujudkan impian orang. Ia seorang yang cinta Tuhan dengan tulus di hati.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar