Sabtu, 03 September 2016



Fil 4:6


Filipi 4:6

Kuatir merupakan alarm di hidup kita. Kuatir merupakan alat Tuhan dan menjadi salah satu instrumen hidup, namun ia tidak boleh menguasai kita. Sama seperti sebuah handphone apapun ternyata di dalamnya ada baut mininya. Baut itu harus ada, tanpa baut tidak akan menjadi handphone. Kuatir memiliki arti rohani bahwa hanya Tuhan Yesus sebagai Tuhan saja yang sanggup. Hanya Dia yang patut kita andalkan, sehingga kita bisa berkata bahwa memang benar kita hanyalah alat ditangan-Nya dan semua hanya Tuhan Yesus. Kita bisa berkata: aku tidak bisa apapun dengan diriku sendiri, namun Tuhan Yesus, Dia Tuhankulah yang sanggup. Semua Tuhan Yesus." Kita bisa belajar untuk semakin merendahkan hati dihadapan Tuhan dengan alat yang namanya kuatir. Tuhan itu Kreatif, Sang Kreator, Imajiner yang sangat sangat luarbiasa sempurna baiknya. Kuatir merupakan kesempatan untuk men-setting atau men-switch atau mengganti pikiran kita agar kita segera mengandalkan Tuhan dengan berdoa, memohon dan bersyukur.

Tuhan adalah Tuhan yang sopan. Dia mendidik kita dengan pola kerajaan sorga. Dia mendidik orang percaya agar menjadi anak-anak Tuhan. Ia mendidik kita menjadi raja-raja dan ratu-ratu di sorga dan sebagai manajer-manajer atau pengelola dalam kerajaan sorga untuk segala bentuk dan keadaan yang ada di bumi. Tuhan Yesus menjadikan kita sebagai orang yang sopan, terdidik, penurut dan sesuai dengan jalur hukum kerajaan-Nya. Dalam kehidupan tertib rohani seperti ini Ia tidak membutuhkan suatu kekakuan hubungan, sehingga berakibat menjadi hubungan yang dingin/frigid. Namun ternyata hubungan kita dengan Tuhan merupakan hubungan yang penuh kekeluargaan. Ada kasih, ada kemesraan, ada kehangatan. Dalam doa, permohonan dan ucapan syukur maka kita sungguh serius menempatkan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dalam hati kita, menempatkan Dia yang memimpin dan memiliki segalanya, menempatkan Dia sebagai Inti Sumber segalanya. Kita membutuhkan restu dari Dia, kita butuh nasihat-Nya, kita butuh perhatian dan perlindungan-Nya. Doa, permohonan dan ucapan syukur merupakan alat komunikasi kita untuk selalu membangun kehidupan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tuhan sangat sangat menginginkan kita agar naik level berikutnya. Naik ke tangga kehidupan berikutnya. Tuhan anti stagnasi. Dia kreatif. Karena itu Dia mengajarkan kita untuk berhubungan dengan-Nya, segera kelola keadaan dengan nasihat-nasihat-Nya, pola strategi sederhana-Nya, kemampuan Ilahi dari-Nya, semangat dan sifat-Nya, restu dari-Nya, perlindungan dari-Nya, jaminan hasil dan keuntungan besar (bahkan surplus) namun bermanfaat, berarti dan memiliki tujuan pasti yang menyertai hidup kita, keluarga kita, komunitas kita.

Dengan doa, permohonan dan ucapan syukur, maka kita pun turut andil, turut ada kerjasama dengan Tuhan membentuk alam roh. Alam roh itu lebih nyata dari dunia alam semesta ini. Alam rohlah yang membentuk alam dunia kita ini. Jadi buang kekuatiran. Buang stres. Fokus kepada Tuhan Yesus. Semua Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tetap pegang kendali melalui doa, permohonan dan ucapan syukur kita.

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." (Filipi 4:6)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar