Jumat, 09 September 2016



Tuhan perlindungan kita

merasa tertindas? percayai Tuhan tempat perlindungan kita

Kamu dapat mengolok-olok maksud orang yang tertindas, tetapi TUHAN adalah tempat perlindungannya. Maz 14:6.

Kenapa tertindas? Orang yang tertindas selalu makan olokan (ejekan). Orang yang diejek pun sebenarnya batinnya ditindas (diinjak-injak dan serasa dirobek-robek hatinya). Dalam diri orang tertindas terpikir trauma dalam emosionalnya. Ia ingat jelas gambaran peristiwa ia direndahkan dan disakiti. Ia melihat dan merasakan dengan detil peristiwa lalu. Bila ia mengingat maka ia akan menjerit atau berteriak atau atau kasar dengan yang lain atau mengamuk.

Bagaimana dengan kita. Adakah kita mengingat saat-saat kita ditindas? Bagaimana dengan kita waktu kecil atau masa lalu atau kemarin di masa dewasa kita sekarang atau adakah pernah kita dekat dengan anak dan bertanya tentang mungkinkah ia pernah ditindas? Pernahkah mungkin ada anak yang seolah-olah menjadi preman lalu mengintimidasi dengan harus beri uang jatah preman dengannya, harus beri lihat PR-nya untuk dicontek, waktu jadi pengurus kelas atau organisasi keputusannya selalu dibantah dan tidak disetujui. Selalu dimarah oleh teman, dimarah guru, dimarah bos, dimarah suami, dimarah istri, dimarah orang tua, dimarah pacar atau tunangannya dengan kata-kata yang membuat luka, selalu dipersalahkan, selalu dinilai tidak layak padahal memang karena ada faktor tertentu bisa gagal. Mungkin kita merasa diejek dan ditindas. Diejek dalam penindasan. Bayangkan bila kita tinggal dalam suasana peperangan betapa kalutnya kita. Seperti tiada harapan, sepertinya lama menanti kapan damai permanen datang. Selalu tidak tenang. Begitupun dengan rumah tangga. Kapan bisa akur? Kapan bisa suamiku berubah? Kapan istriku bisa tidak menghina aku sebagai suaminya? Kapan pacarku menerima aku apa adanya? Kapan bosku menerima kerjaanku? Kapan pemimpin pelayananku ini melihat hal positif dariku? Kapan manajerku atau supervisorku bisa tidak mengejekku dengan kata-kata yang tidak kasar? Kapan? Kapan?

Kita tidak akan pernah mengetahui kapan selesainya. Ini hal yang tidak pasti. Ini hal yang bila terus dipikir akan selalu membuat kita tertekan batin kita.

Namun ada harapan untuk kita punya pemulihan bagi kita. Ada cahaya di dalam gelap.

Ingatlah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah tempat perlindungan kita. Bahkan ketika keadaan tertindas pun sebenarnya ada Tuhan Yesus disana dan berkata:"bahwa pencobaan-pencobaan yang kamu alami tidak melebihi kekuatanmu tetapi Aku sanggup melepaskanmu. Aku memberi kekuatan extra kepadamu. Aku akan memberi hikmat, pewahyuan, bahkan firman-Ku yang khusus untuk masalahmu sebagai sumber keajaibanmu. Tetapi apakah engkau percaya Aku ada sebagai Tuhan dalam hatimu? Percayakah engkau bahwa Aku pelindungmu? Sungguh, bagiku terlalu gampang Aku menyelesaikan dalam sekejap mata, namun Aku minta engkau bertahan dan meningkatkan kualitas sikapmu yang benar. Andalkan Aku sebagai Tuhanmu. Pegang dengan pasti bahwa kebangkitan-Ku yang menjadi dasar kebenaran yang memenangkan hidupmu."

Tuhan Yesus baik kepada kita. Bila kita andalkan Tuhan maka Ia akan melindungi kita bagai anak pertama dan satu-satunya akan dijaganya. Akan disayang seperti menjaga guci porselen besar dan mahal waktu lagi dipindah posisi. Nyawa kita dijaganya untuk selalu ada. Hidup kita dijaganya untuk selalu menikmati kebaikan-kebaikan Tuhan. Selalu dijaga, dipelihara, dikawal-Nya, diarahkan, digerakkan-Nya kita bagai anak pertama dan satu-satunya. Sebagai anak sulung dan tunggal yang diperlakukan khusus.

Raja Daud menjelaskan bahwa ia melihat bahwa para orang tertindas dapat seperti pengungsi yang pergi ke tempat benteng perlindungan yang berlapis-lapis bentengnya, lagi tebal dan tinggi dimana banyak persediaan makanan, terus disuplay konsumsi kita dari bagian logistik, kemudian ada orang-orang yang menguatkan kita, menghibur kita, membuat kita tersenyum dan kuat. Serangan sesengit dan segencar apapun tidak bisa meruntuhkan pertahanan dan perlindungan benteng itu. Dimana para penjaganya selalu siaga dan para balatentara yang besar, kuat, terlatih tiap tentara haus membunuh ribuan musuh dalam sekejap. Seperti inilah kita dapat melihat bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan yang terjamin.

Jadi buang stres. Pastikan dalam diri kita begitu tertanam kuat bahwa Tuhan Yesus adalah tempat perlindungan kita. Tuhan tetap pegang kendali atas hidup kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar