Sabtu, 03 September 2016



Mujizat Natal

Mat 2:1-12

Kelahiran Tuhan Yesus Kristus merupakan hal yang berkesan dan patut dirayakan, selain perayaan kematian Yesus, perayaan kebangkitan Yesus, perayaan kenaikan Yesus ke Sorga dan perayaan pencurahan Roh Tuhan Yesus atas kita orang percaya.

Tidak ada peristiwa kisah perjalanan kehidupan dan pelayanan Yesus, kematian Yesus, kebangkitan Yesus dan assencion/mikraj/naiknya Yesus ke Sorga bila tanpa Yesus lahir.

Setiap orang merayakan kelahirannya, mengingat tanggal lahirnya sebagai kenangan, momen untuk mengintrospeksi diri dan membuat dirinya maju.

Kelahiran Yesus patut dirayakan oleh orang percaya, sebab merayakan hari kelahiran Raja damai, Bapa yang perkasa, Allah yang perkasa, Tuhan beserta kita.

Suatu hal yang bodoh bila melarang peristiwa kelahiran Yesus dengan berasumsi bahwa hanya merupakan tradisi dari bangsa-bangsa Pagan (penyembah berhala). Justru orang-orang yang melarang itu merayakan hari kelahirannya sendiri. Merayakan hari kelahiran sendiri juga berasal dari tradisi penyembahan berhala.

Namun bila kita lihat kelahiran Yesus justru kita mengerti bahwa para majus dari Timur adalah para raja besar yang termashyur, kaya raya, banyak harta, emas dan perak berlimpah. Mereka jago perang dan haus darah dalam tiap perang. Mereka orang-orang yang ambisius dalam merebut kerajaan lain dan memperluas kerajaan mereka. Ambisi mereka hanyalah menang dalam pertempuran. Mereka pakar pemerintahan, tangguh menempuh badai, ahli astronomi, para penyembah berhala tulen, pemuja dewa-dewa negerinya masing-masing. Para majus ini pun suka dengan sihir. Kekuatan sihir dan kekuatan gaib mereka miliki untuk kekuasaan kerajaan dan tahta mereka masing-masing.

Ternyata mereka sendiri dilunakkan dengan tanda dan mujizat besar di langit, dimana ada bintang yang cemerlang dan besar menuntun ke arah seorang anak yang lahir menandakan anak ini adalah Tuhan yang absolut, Tuhan diatas segala tuhan, Penguasa mutlak dan Penakluk atas segala para kepala dewa bangsa-bangsa.

Disini kita lihat bagaimana sangat Maha Dahsyat, sangat Maha Luar biasanya Yesus saat masih bayi membawa bintang besar melebihi belasan mungkin puluhan kali lipat daripada matahari kita. Matahari kita merupakan salah satu bintang. Tetapi bintang indah dan cerah cemerlang ini berjarak puluhan juta atau ratusan juta kali kecepatan cahaya. Yesus yang masih bayi kecil sama seperti bayi lainnya namun kudus mengarahkan bintang ini ke tempat kelahiran-Nya di Betlehem. Para majus ini sungguh tergerak untuk mengikuti bintang ajaib tersebut. Mereka membaca dari kitab-kitab mereka, mereka membaca dari ramalan-ramalan, mereka membaca dari sudut astronomi dan berbagai ilmu perbintangan sihir mereka yang semuanya mengarah tepat untuk datangnya Seorang Raja Terpilih ada di bangsa Yahudi. Mereka berkesimpulan bahwa semuanya tepat untuk mereka datang sendiri mencari dan menyembah Anak Yang Terjanji ini. Seorang Anak Yang Terpilih. Anak Perjanjian. Anak Perdamaian. Anak yang dikenal para majus sebagai Tuhan yang mutlak.

Para majus berjalan ribuan kilometer dengan kekayaan dan harta benda mereka.

Dalam pertanyaan para Majus ini "dimanakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami baru saja melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah-Nya." Tentu saja raja Herodes terkejut beserta seluruh Yerusalem melihat dalam jumlah dan rombongan besar puluhan raja-raja besar dari Timur datang dengan lengkap para pengawal pribadi dan sejumlah banyak unta membawa harta mereka. Mat 2:1-3

Singkat kata akhirnya kita mengetahui bahwa para majus ini sujud menyembah Yesus sebagai Tuhan diatas segalanya, Tuhan yang menguasai hati dan Raja segala alam.

Kelahiran Yesus yang sangat sangat dahsyat, sangat sangat luar biasa ini memberikan kita pelajaran akan Injil Kerajaan Sorga, yaitu;

1. Kita memiliki hak untuk menyembah Tuhan Yesus.

Harta, ketenaran, jabatan tinggi hanyalah sementara. Semuanya hanya pemberian Tuhan. Semuanya hanya dari Tuhan. Harta, kemashyuran dan jabatan tidak melebihi dari kebahagiaan permanen, kesehatan, kedamaian hati, ketenangan jiwa, keindahan perasaan. Namun semua ini tidak melebihi nilai penyembahan kita kepada Tuhan Yesus, syukur kita kepada Tuhan Yesus, sujud kerendahan hati kita kepada Tuhan Yesus. Penyembahan dalam roh dan kebenaran inilah yang membuat kita menyadari bahwa semua berasal dari Tuhan Yesus. Di natal ini seperti orang-orang majus yang menyembah Yesus dan membawa persembahan mereka kepada Yesus, mari kita menyembah Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh dan memberi persembahan natal untuk Dia yang lahir ke dunia ini.

2. Kita layak untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus.

Yesus lahir bukan membawa pedang. Yesus lahir membawa damai dan sukacita. Tujuan Yesus lahir dan datang ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan, artinya Yesus datang untuk memberi kita kepastian masuk Sorga. Yesus datang untuk kita menang atas kematian. Yesus lahir untuk kita tidak dilemparkan dalam derita siksa api neraka abadi. Kita layak merayakan indahnya, luar biasanya, dahsyatnya Tuhan Yesus yang telah lahir ke dunia.

3. Ada kado natal yang ajaib bila kita rayakan natal.

Tuhan Yesus lahir dengan cara unik, ajaib, sangat sangat mengagumkan dan menjadi mujizat yang fenomenal begitu spektakuler. Dengan kelahiran Tuhan Yesus yang ajaib ini, maka Ia datang untuk kita menerima keajaiban-Nya. Untuk kita menerima keajaiban-Nya di natal ini, maka kita membuka hati dan meminta firman-Nya bekerja untuk menyembuhkan kita, untuk memulihkan kita dan untuk memberikan kelimpahan kepada kita.

Sejarah mencatat bahwa saat natal tiba
- tiap natal tiba selalu ada sukacita natal tiba. Pasti selalu ada nuansa dan atmosfer keceriaan, kegembiraan dan damai natal yang spesial terjadi kita alami sebagai orang percaya
- tiap perang baik perang revolusi Amerika, perang dunia I dan perang dunia II, serta masih banyak perang lainnya selalu menghentikan perang atau mengadakan gencatan senjata atau merayakan natal bersama musuh atau saling berdamai.
- tiap bulan Oktober hingga Desember bahkan ada yang sampai Januari, bangsa-bangsa diluar negeri merayakan natal secara megah dan besar-besaran sehingga membuat negara-negara disana pada menjadi makmur, sekalipun bukan mayoritas penduduknya kristen atau bukan negara kristen.
- tiap bulan Desember atau tanggal 25 Desember di tiap tahunnya selalu terjadi mujizat, selalu terjadi keajaiban. Pasti selalu terjadi.

Seperti pesan Tuhan melalui Gembala Pembina, yaitu Pdt. Dr. Ir. Niko N. kita katakan bahwa "Mujizat Masih Ada", maka menutup tahun Pemulihan dan tahun Kelimpahan 2010 ini, mari kita bersama-sama merayakan natal dengan kasih dari Tuhan Yesus. Mujizat masih ada.

Natal merupakan Injil Kerajaan Sorga yang layak kita bagikan kepada yang lainnya.

Mari kita sama-sama rayakan natal dengan penuh sukacita dan damai, serta siap-siaplah untuk menerima Mujizat Natal. Di dalam nama Tuhan Yesus.

Selamat Hari Natal.
Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar