Sabtu, 03 September 2016



Ganti rugi sebagai umpan usaha

ganti rugi sebagai umpan usaha

2 Raj 9:10-28

Wkt pertama kali ke perumahan mewah, Bob Sadino muda yang masih sederhana dan berprofesi sebagai penjual sayur datang ke pembeli cerewet yg tentu saja sangat dihindari oleh penjual sayur lainnya. Ketika itu Bob sengaja menjual 10 telur kpd pembeli itu & menyelipkan 1 telur busuk di antaranya. Besoknya ketika bertemu dg Bob, pembeli itu memarahi Bob karena 1 telur busuk itu. Besoknya saat pembeli itu bertemu Bob, ia memarahi Bob karena 1 telur busuk itu. Dg tenang Bob berkata bahwa ia akan mengganti dg selusin telur lainnya. Pembeli cerewet ini langsung menyebarkan kisahnya kpd orang-orang lain bahwa Bob Sadino siap mengganti 1 telur busuk dg selusin telur baru. Maka untung besarlah om Bob Sadino yg pd akhirnya sekarang adalah pemilik Kem Chicks terkenal di Jakarta ini.

Raja Salomo sebenarnya sudah memakai teknik ini kpd raja Hiram. Salomo mengutamakan Tuhan, bait-Nya & bangsa-Nya. Sekalipun Hiram ialah sahabat Daud, ayahnya, sengaja Salomo memberi 20 kota yg baik namun bukan yg terbaik, sekalipun jumlahnya bisa dikatakan agak banyak kota yg diberi tetap saja Hiram menolak. Salomo bermaksud baik. Tujuan Salomo kpd Hiram ialah menjalin hubungan politik yg baik, menjaga stabilitas keamanan & ekonomi lancar. Salomo memberi dg maksud utk memancing ditempat yg banyak ikannya. Salomo memakai hikmat utk mendapat keuntungan & kekayaan bangsa-bangsa bahkan di atas segala bangsa di bumi. Salomo mengganti 20 kota dg bekerjasama dg Hiram mengangkut harta & kekayaan bangsa-bangsa terutama utk Tuhan Israel, bait-Nya, lalu utk raja Salomo beserta bangsa Israel & utk Hiram serta bangsa Tirus.

Nilai-nilai kebenaran yg hendak ditanamkan dlm hal ini ialah:

1. Nilai takut akan Tuhan merupakan kunci hikmat & kunci rich attraction. Berarti menempatkan Tuhan diposisi utama & pertama dlm segala hal termasuk dlm hal bisnis, keuangan & ekonomi.
2. Nilai pembentukan strategi & koordinasi yg tepat agar keuntungan tercapai utk menarik kekayaan besar & bukan membabi buta. Misalnya:
- pemakaian limit (batasan) waktu restitusi (ganti rugi)thd konsumen / rekan yg membuat usaha tdk rugi. Artinya tdk tiap hari memakai restitusi (pola ganti rugi) bagi konsumen) utk mendapat hasil lbh besar itu dpt dipakai]
- refferal (pembicaraan dari mulut ke mulut) tentang usahanya menguntungkan orang lain yg membuat usaha itu jg untung.
3. Nilai edukasi berupa kecerdikan kreatif, integritas, tanggung jawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar