Sabtu, 03 September 2016
Jenis buah Roh bagian 1
Jenis buah Roh:
1. Kasih.
Kasih adalah kekuatan untuk tidak mementingkan diri sendiri. Kasih sulit marah. Kasih menanggung segala sesuatu. Kasih tidak mengecewakan. Kasih adalah pengikat kesempurnaan (Kol 3:4). Orang yang memiliki muatan kasih Ilahi adalah orang yang benar-benar kuat sikap sehat bukan kuat fisiknya, karena ia mampu memikirkan kepentingan orang lain lebih dulu sebelum kepentingannya sendiri (2 Kor 12:14&15). Kasih itu jauh dari egois. Tuhan adalah kasih. Ia tidak mementingkan diri sendiri. Kasih itu lebih dari sekedar perasaan. Kasih itu karakter Ilahi (1 Kor 13:4-7).
2. Sukacita.
Menurut laporan kedokteran dan ahli kesehatan, kebanyakan kekacauan mental dan emosional ukalau ditelusuri asalnya adalah akibat tidak adanya sukacita. Bila sukacita menghilang dari kehidupan seseorang, ia akan layu dan lemah (Yl 1:12). Sukacita adalah penyembuh luka hati, kepahitan dan banyak masalah emosional lainnya. Tanpa sukacita, kita ditekan oleh depresi dan sejumlah penyakit lainnya. Sukacita membuat setan menjauh. Sukacita membuat mudah mengampuni. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit dari karya kematianNya di kayu salib dan sudah mengampuni kita semua. Dengan iman ini, bila kita dalam ketakutan ancaman musuh kita yang menyeramkan bayangkan saja wajah lucu yang ada (umpama ganti bayangan wajah seram orang yang memusuhi kita dengan wajah Mr. Bean/Charlie Chaplin atau yang lebih baik bayangan wajah seramnya diganti dengan wajah senyuman manisnya), lalu ampunilah sekarang dan berkati dia dengan doa kita. Bawa masalah kita kepada Tuhan dan syukurilah. Sempurnakan dengan diam, berbuat baik padanya dan rukunlah yang membangun. Sukacita di dalam diri kita yang dinyatakan keluar dengan aplikasi ini akan melimpahkan syukur kita makin besar dan luas.
3. Damai sejahtera.
Damai sejahtera dari Tuhan menenangkan semua pikiran yang menyiksa diri dan tuduhan-tuduhan si iblis. Damai adalah ketenangan, itulah kekuatan kita. Tanpa damai sejahtera, kita diombang-ambingkan perasaan keadaan yang buruk dan semakin buruk. Saat kita memiliki damai sejahtera yang melebihi segala pengetahuan, maka kita akan berkemenangan (Fil 4:7). Artinya secanggih apapun metode sains untuk mencipta damai, tidak akan bisa mengejar damai sejahtera yang dari Tuhan. Tuhan sumber damai sejahteralah yang sanggup menghancurkan iblis dibawah kaki kita (Rom 16:20). Tanpa damai Tuhan, kita kehilangan sudut pandang dan sasaran. Perkataan dan tindakan kita menjadi sangat kacau (broken). Damai itu penting bagi pertumbuhan dan kestabilan emosional dan spiritual kita.
4. Kesabaran.
Kesabaran itu disebut juga ketekunan/ketabahan/panjang menderita. Itu artinya bersikap tenang dan rela menanggung, walaupun terus-menerus dipancing untuk hilang kesabaran. Ini adalah buah Roh yang memampukan manusia untuk menanggung tekanan yang diakibatkan oleh godaan yang terus-menerus. Tuhan telah mengembangkan kesabaran dalam diri Paulus (1 Tim 1:16), menampilkannya sebagai teladan bagi semua orang percaya di masa yang akan datang. Ia sabar menanggung segala sesuatu bagi orang-orang pilihan (2 Tim 2:10). Tiap kali Paulus dikhianati, ditolak atau didera, ia menyambutnya dengan kesabaran dan meraih kemenangan atas sakit hatinya.
5. Kemurahan.
Kemurahan adalah tindakan untuk bersikap lembut, tidak rewel atau menuntut terhadap orang lain. Ini kebalikan dari sikap keras atau menuntut. Hanya orang yang kuat dapat bersikap ramah. Pada dasarnya kita memang kasar terhadap orang lain, khususnya bila kita tidak memahami mereka. Kecemasan juga menghalangi kita untuk dapat menunjukkan pengampunan kepada orang lain. (Bandingkan Hakim-Hakim 14:14, 2 Sam 22:36).
6. Kebaikan.
Kebaikan adalah tindakan untuk melakukan menolong secara moral. Kebaikan adalah kualitas roh yang didedikasikan kepada kesejahteraan kekal orang lain. Setiap perkataan dan tindakan dipertimbangkan terlebih dulu sebelum membuat keputusan atau menawarkan nasihat. Kebaikan akan membuat seseorang untuk berhenti dan berpikir:"pengaruh apa yang akan dihasilkan hal ini terhadap mereka?" Kebaikan adalah suatu kekuatan dan ketetapan hati untuk melakukan yang terbaik bagi orang lain. Tuhan itu baik. Dia baik dalam segala hal (Kel 34:6, Maz 34:9).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar