Sabtu, 03 September 2016
Hati Marta
facebook.com
hati seorang Marta (pesan Tuhan khusus bagi para wanita pekerja keras)
Luk 10:38-42
Alkitab selalu bicara tentang segala sesuatu ada masanya dan ada porsinya. Pkh 3:1
¤ Apa yang terjadi bila seorang bos tidak peduli dengan anaknya dan terus sibuk dengan perluasan perusahaan? Apa yang terjadi bila seorang pengerja tidak perhatikan rumahnya dan sibuk terus dengan pelayanan? Apa yang terjadi bila seorang jemaat lebih sering ke gereja sementara kerjaan rumah tidak dilakukannya?
¤ Tuhan Yesus selalu bicara keutuhan, saling melengkapi, rukun.
¤ Tuhan tidak menuntut untuk selalu menjadi Marta dan tidak selalu menjadi Maria. Harus ada keseimbangan. Semua ada sesuai waktunya.
¤ Ada waktu-waktu rutin menjadi Marta dan ada waktu-waktu rutin menjadi Maria di dalam tiap harinya. Itu sebabnya perlu pengaturan waktu pribadi.
• Tiap orang percaya butuh waktu saat teduh, doa pujian penyembahan, firman Tuhan (baik Logos dan Rhema), butuh ibadah, butuh menara doa, butuh ibadah dalam pelayanan gereja lokal.
• Tiap orang percaya pula butuh waktu untuk bersenda gurau dan bersama dengan keluarga, pacar, rekan bisnis, rekan pelayanan, istri, teman, sahabat, kenalan; butuh untuk bekerja bersama-sama dalam pekerjaan, dalam kerja bakti, dalam tugas, dalam mempersiapkan even-even (acara-acara), dalam kegiatan-kegiatan sosial, dsb; butuh menyelesaikan dan mengerjakan tugas, pekerjaan, pelayanan, kegiatan-kegiatan / aktifitas-aktifitas positif.
¤ Kebanyakan saat mendengar kisah Marta dalam Alkitab lebih banyak berfokus pada sisi negatif seorang wanita yang bernama Marta ini. Bila Marta mungkin mendengar kisahnya dipandang negatif lebih banyak daripada Maria, mungkin Marta dipenuhi gelombang rasa bersalah yang ditimpakan oleh puluhan ribu pengkhotbah / penginjil / orang-orang yang memberitakan kisah Marta dalam Alkitab di Luk 10:38-42 dari jaman ke jaman.
¤ Nilai kebenaran pula positif dari seorang Marta dalam konteks Luk 10:38-42 dan nilai kebenaran pula positif bagi para wanita yang workaholic (pekerja keras) :
1. Membuka mata dan hatinya dan rumahnya (tempat/area kerjanya) untuk Yesus hadir.
2. Memiliki sikap sopan dan ramah terhadap tamu, terhadap Otoritas, terhadap Leader, terhadap Rabbi yang paling tenar di sepanjang masa, terhadap Tuhan yang hidup bernama Tuhan Yesus.
3. Mempunyai dan mempraktekkan hati seorang hamba yang rendah hati dan rohnya adalah orang yang sangat penurut, serta mudah diajar/gampang dibentuk.
4. Memberi pelayanan yang the best dan excellent service pada jemaat, anggota cool, tamu, pelanggan, customer, relasi, rekan.
5. Kesukaan Marta dan wanita pekerja keras adalah aktif bekerja.
6. Suka challenge (tantangan) dan keinginannya adalah hadirat Tuhan / Tuhan hadir dengan dia.
7. Ada gairah tinggi dalam skill/keahliannya/kesukaannya bekerja, lagipula penuh kegigihan, senang berjuang.
¤ Kegagalan seorang Marta dan hal yang harus terkadang tidak dihindari oleh kaum wanita/perempuan:
a. Tidak mengatur waktu untuk berjumpa secara pribadi dengan mendengarkan perkataan Yesus langsung.
b. Perkataan negatif/keluhan menghakimi.
¤ Arti hidup Marta dan juga arti hidup wanita pekerja keras:
a. Siap dipakai Tuhan
b. Mempersiapkan kebutuhan jasmani dan materi.
¤ Tuhan Yesus senang dengan para Marta, Tuhan Yesus juga senang dengan para Maria.
¤ Yang dirindukan Tuhan Yesus dari para Marta ialah agar para Marta mendapati bukan hanya hadirat-Nya dan melayani-Nya, namun agar mereka memiliki kepekaan roh untuk menangkap pesan-pesan Tuhan/menanamkan tiap jalan-jalan Tuhan dalam dirinya, sehingga demikian hidup para Marta memiliki visi (pewahyuan dan hikmat) yang khusus super dahsyat dan bergerak secara supernatural, yang mengarahkan dirinya tetap fokus pada Tuhan dan lebih banyak lagi membawa impact (pengaruh) yang mendalam bagi banyak orang, sehingga pada akhirnya Tuhan Yesus lebih lagi dimuliakan dalam diri Marta dan para Marta (para wanita pekerja keras).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar