Sabtu, 03 September 2016
Ya kepada didikan Tuhan
Ams 3:11
"Hai, anakku, janganlah engkau menolak akan didikan Tuhan, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya."
Siapa takut akan didikan Tuhan? Tiap orang percaya hidup sebenarnya masuk dalam kelas kehidupan pribadi masing-masing seperti yang telah Tuhan rancangkan. Rancangan Tuhan atas kita itu selalu indah. Hanya saja kita sering kali tidak menyadarinya bahwa selama di dunia ini kita masuk dalam kelas kehidupan pribadi milik Tuhan.
Kita menyangka bahwa kita hidup sendiri dengan ada keluarga, ada teman, ada fasilitas, kita bertumbuh secara fisik, beraktifitas rutin, sambil sekolah hingga kuliah, lalu kerja, pacaran, menikah, bentuk keluarga, menjalani kegiatan lanjut di masa paruh baya sampai menunggu masa tua dan detik-detik ajal menjemput. Kita hanya berjalan dikehidupan ini tanpa mengetahui bahwa segala sesuatu Ada yang menggerakkannya, Ada yang harus kita berikan khusus segala yang kita lakukan itu kepada yang Empunya.
Parahnya ada yang keras kepala dan serba egois tanpa memikirkan orang lain, lalu berkata bahwa:"semua karena saya," atau "huh, kalau tidak ada saya tidak mungkin jadi," atau "saya tidak mau mengerjakan ini sekalipun mudah, malas pokoknya, enak tidur" atau "asal kamu tahu, aku semua yang kerjakan itu. Orang lain itu, ah... Geblek, ke laut aje."
Orang percaya merupakan anak-anak Tuhan yang sungguh dikasihi Tuhan. Tuhan Yesus mengasihi kita dengan ajaran dan hajaran.
• Ajaran itu untuk membuat kita bermultiplikasi (berlipat ganda) dalam kebaikan keunggulan menurut standar firman Tuhan dan mendapatkan promosi demi promosi.
• Sedangkan hajaran adalah untuk membuat kita kembali kepada track (jalur) standar firman Tuhan.
Orang percaya tidak dirancang untuk bangun pagi, lakukan aktifitas sampai malam dengan kesusahan, seperti jalan kereta api bunyinya:"ngiiit... Ngiiit... Susah, susah, ngiiit... Ngiiit... Susah, susah, ngiiit... Sakit... Sakit, ngiiit... Ngiiit... Stres, stres." Orang percaya dirancang Tuhan untuk bangun pagi, lakukan aktifitas bersama Tuhan sesuai dengan standar firman Tuhan sampai malam dengan keadaan sungguh amat baik atau sempurna baiknya atau sangat sangat luar biasa keunggulan baiknya. Akan seperti kereta api berbunyi:"ngiiit... Ngiit... Sehat, sehat, ngiiit... Ngiiit... Sukses (berhasil), sukses, ngiiit... Ngiiit... Sejahtera (makmur), sejahtera, ngiiit... Ngiiit... Sorga, sorga." Oh, betapa mengagumkan hidup seperti yang Tuhan sudah rancangkan. Dia Seorang Masterplan yang Perfeksionis untuk kita orang percaya yang tidak sama sekali sempurna. Kita sempurna karena Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian-Nya bagi kita yang menjadi dasar dan kebangkitan semua orang percaya diseluruh dunia. Kebangkitan Tuhan Yesus inilah yang membuat kita digantikan seluruh hidup kita yang sakit, susah, stres menjadi sehat, sukses, sejahtera dan pasti masuk sorga.
Untuk hidup kita memang perlu ada hajaran. Hajaran Tuhan dimaksud untuk kita kembali:
• Fokus mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan dalam hati kita
• Fokus untuk kita bertumbuh dewasa memikirkan orang lain, mendoakan orang lain, mengangkat derajat orang lain, memberi kepada orang lain, menerima sesuatu yang baik dari orang lain, agar semua terjadi keseimbangan arus perputaran berkat Tuhan (bless flow ballance).
• Fokus memberikan segalanya untuk Tuhan, memberikan pula yang terbaik untuk Tuhan dan berkata:"semua Tuhan Yesus."
Tuhan mengasihi manusia dan membentuk orang percaya dengan 3 cara:
1. Dengan firman Tuhan
2. Dengan Roh Tuhan
3. Dengan hajaran
Bila firman Tuhan dibagikan melalui nasihat orang lain, teguran di khotbah dan nubuat dari pemimpin rohani, lalu menolak untuk dibentuk dengan kuasa Tuhan dan menolak untuk merasakan hadirat Tuhan ataupun mungkin juga merasakan hadirat Tuhan tetapi masih keras kepala juga tidak berubah, maka kita akan mendapat pola Tuhan terakhir, yaitu hajaran Tuhan.
Contoh: jika ada seorang ibu mengejek suami tetangga tidak becus, sembarangan lalu gosipin sana sini tentang hal itu, maka suatu kali ibu ini akan ketemu dititik dimana suaminya mungkin mati atau ketahuan selingkuh, sehingga ibu ini akan sadar akan tingkah jahatnya, lalu bertobat (datang pada Tuhan Yesus dan berubah).
Contoh lain: jika ada anak yang kurang ajar sama orang tuanya, merasa semua kebutuhannya harus terpenuhi, menuntut semua harus ada, lalu pamer kepada teman bahwa saya hebat, saya kaya. Padahal yang kaya orang tuanya, bahkan membanggakan orang tuanya pun tidak sama sekali, maka ia akan bertemu di titik dimana orang tua tiba-tiba meninggal mungkin tidak bersamaan tetapi dalam kurun waktu yang sangat berdekatan dan menghabiskan banyak harta dan uang langsung ludes (habis semua). Menyadari hal ini si anak baru bertobat (datang pada Tuhan Yesus dan berubah).
Contoh terakhir: jika ada karyawan yang terlalu foya-foya, kerja malas, tiada hasil, jadi bigos (biang gosip) yang jelek, malah ada yang korupsi uang perusahaan atau instansi pemerintah tempat ia bekerja, lalu semua yang jelek ia ekspresikan. Mungkin ia naik jabatan dengan mulus karena menyuap dan intrik licik dan jahat, namun ia akan ketemu di titik dimana perusahaan tiba-tiba bangkrut atau instansi pemerintah tempat ia kerja bangkrut, maka ia terancam PHK. Ia tidak tahu masa depannya seperti apa, maka ia baru sadar, lalu bertobat (datang pada Tuhan Yesus dan berubah).
Inilah sistem kerajaan Tuhan dan Allah kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus dan kebenarannya. Sebagaimana firman Tuhan berkata:"carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu." Mat 6:33.
Jangan sampai kita menolak didikan Tuhan dan bosan akan peringatan-Nya, karena kita akan dikatakan oleh Tuhan kelak:"Pada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan."
Mat 7:23
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar