Sabtu, 03 September 2016



Komitmen karakter kompetensi

" Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat & didikan." Ams 1:7
" Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firmanMu." Mazmur 119:9
" Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan...." Fil 2:14-16a.
* Kaum muda merupakan generasi produktif. Artinya merupakan kaum yang dapat menghasilkan karya. Kaum muda ditangan Tuhan bahkan di dalam hati Tuhan dapat menjadi sarana ampuh untuk menghasilkan banyak maha karya besar.
* Kecenderungan negatif bagi banyak kaum muda ialah adanya mereka yang justru menjadi generasi yang non-produktif, yaitu dengan adanya tingkat kemiskinan dan adanya tingkat pengangguran.
* Menurut data terakhir dari Menteri Sekretaris Negara, di negara kita pada tahun 2008 ada sekitar 34,96 juta jiwa yang miskin (15,4%) & ada sekitar 9,43 juta jiwa (8,46%) para penganggur di negeri kita. Pemerintah telah banyak mengeluarkan program, upaya & dana puluhan trilyun rupiah untuk menurunkan angka kemiskinan. Dari data tersebut, jumlah kaum mudalah yang masih mendominasi kemiskinan & pengangguran.
* Kaum muda merupakan tulang punggung sebuah bangsa. Tulang punggung berfungsi untuk menopang tubuh & sebagai tempat jaringan saraf tubuh. Artinya kaum muda merupakan penopang bangsa ini. Kaum muda merupakan orang yang suka berjejaring, suka bekerjasama, suka membangun kehidupan masyarakat & bangsa ini demi terciptanya masyarakat yang damai, adil & makmur. Karena itu sudah semestinya untuk mengentaskan kemiskinan & pengangguran diperlukan perubahan dari dalam diri kaum muda itu sendiri.
* Adalah seorang anak muda bangsawan Israel umur 17-an tahun diangkut ke negara Babel yang menjajah Israel akibat bangsa Israel yang mayoritas saat itu menolak Tuhan Israel dan beribadah kepada dewa-dewa bangsa lain yang menyebabkan hati Tuhan menolak bangsa Israel & menyerahkan bangsa itu dijajah kerajaan Babel. Anak muda ini bernama Daniel. Dalam usia mudanya, ia dengan 3 sahabatnya, Sadrakh, Mesakh & Abednego belajar memiliki komitmen tetap setia dengan Tuhan ditengah penyembahan dewa-dewa kerajaan Babel, memiliki karakter integritas dalam tugas pemerintahan yang mereka pegang & memiliki kompetensi tinggi, sehingga jabatan mereka melebihi jabatan para dewan tertinggi & menjadi orang paling kepercayaan raja Nebukadnezar, raja Babel yang saat itu kerajaannya menjadi kerajaan superpower dunia oleh karena kekuasaan Tuhan melalui kebijakan Daniel. Selama beberapa pergantian raja-raja Babel sampai pergantian raja-raja Media Persia di masa hidup Daniel sebagai wakil raja, para raja itu sekaligus atas dekrit/perintah raja untuk kerajaan dominasi para raja, mereka semua menerima Tuhannya Daniel. Ini terjadi tanpa paksaan, tanpa penumpahan darah, tanpa perebutan kekuasaan/tanpa kudeta. Murni karena Tuhan yang menciptakan kondisi demikian melalui kisah hidup Daniel. Prinsip hidup kerajaan Tuhan yang Daniel miliki dapat kita terapkan di masa sekarang ini, sebab prinsip kerajaan Tuhan selalu relevan adanya. (Kitab Daniel)
* Kaum muda di negeri kita Indonesia, mari kita semua untuk maju bersama dengan rahmat anugerah penyertaan Tuhan atas kita untuk maju bersama mengembangkan & memajukan negeri kita Indonesia dengan memiliki komitmen, karakter & kompetensi yang terunggul & berkualitas sangat tinggi. Pesan gembala untuk kita adalah kita menghidupi 3 K (Komitmen, Karakter, Kompetensi). 3 K tersebut ialah;
1. Komitmen.
Komitmen berarti bicara kesetiaan atau sebuah janji. Komitmen merupakan keputusan & tanggung jawab yang pasti terhadap suatu hal & yang dilakukan terus-menerus sampai akhir bahkan seumur hidup, sehingga tidak didapati keraguan, tiada kecurigaan, tidak didapati penyimpangan. Kaum muda sudah selayaknya berkomitmen terhadap:
a. Tuhan (faith).
Tuhan merupakan inti dari iman.
Biarlah percaya dalam hati & mengaku dengan mulut bahwa Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat di dalam hati kita masing-masing yang dipegang kuat, pasti & teguh oleh kaum muda. Inilah iman. Tuhan Yesus berkata:
"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan." Yoh 13:13. Ada Tertulis: "dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di Sorga." Ef 2:6. - Dalam Tuhan Yesus, maka kita mendapatkan kepastian Tuhan yang benar & hidup dapat kita miliki & kita sembah Dia setiap waktu & setiap tempat.
- Dalam Tuhan Yesus, maka kita mendapatkan kerajaan Tuhan, yaitu kebenaran, damai sejahtera & sukacita sejati. Rom 14:17
- Dalam Tuhan Yesus, maka kita mendapatkan kepastian bahwa jika kita memegang teguh kepastian dalam hidup kita bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan & Juruselamat, maka secara pasti pula kita diselamatkan secara utuh. Kita selamat pasti masuk Sorga, kita selamat pasti berhasil, kita selamat pasti diberkati, kita selamat pasti dilindungi, kita selamat pasti damai hati, kita selamat pasti bahagia, kita selamat pasti pulih hati kita, kita selamat pasti mendapatkan kelimpahan dalam segala hal.
Kaum muda yang berkomitmen kepada Tuhan akan komitmen dalam bergereja lokal, komitmen beribadah di ibadah raya, komitmen di FA/COOL/komsel/sel grup, komitmen ikut ibadah youth/dewasa muda, komitmen tiap ada persekutuan doa, dll. Berkomitmenlah mendeklarasikan iman kita dengan doa pujian penyembahan, memperkatakan firman Tuhan & doa bagi tiap orang yang terhilang. Miliki komitmen selalu saat teduh tiap hari.
b. Keluarga (family).
Keluarga merupakan komunitas Ilahi terkecil. Karena itu mari kita hargai orang tua kita, kita hargai saudara-saudara kita, sahabat-sahabat kita & pasangan hidup kita. Hargai dengan saling menolong, saling berkomunikasi & saling memperhatikan dengan keramahan, saling memaafkan & saling mengasihi. Buang & jauhi sikap jutek, memusuhi, menjatuhkan, merusak, menghina, menginjak-injak martabat, mengucilkan mereka. Tumbuhkan sikap menghormati & mengasihi orang tua, saudara, pasangan hidup & sahabat.
c. Teman (friend)
" Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan-kebiasaan yang baik." 1 Kor 15:33. Bertemanlah dengan banyak orang, namun kelilingilah diri kita dengan sahabat-sahabat yang membangun. 10-20 tahun kemudian masa depan kita bisa terlihat dari sekarang akan banyaknya sahabat yang membangun kita ke arah yang lebih akrab atau yang merusak kita & buku-buku/bacaan di Facebook/Twitter/Internet. Perbanyak teman untuk mendapat relasi bisnis & politis, untuk mempermudah akses kunjungan suatu acara/lowongan kerja/pekerjaan, untuk menambah wawasan, untuk membantu pelajaran yang sulit & untuk saling membangun dalam jalur yang benar.
2. Karakter.
¤ Karisma membuat kita bisa melejit. Keahlian plus karisma membuat kita jadi bintang. Namun karakter adalah penopang & penahan yang kuat untuk membuat kita tetap di posisi top-up. Tidak ada yang lain bisa mengganti karakter. Karakter berasal dari dalam, dari pikiran yang ditundukkan oleh firman kebenaran Tuhan. Ada Tertulis: "Dalam hatiku aku menyimpan janjiMu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau." Maz 119:11. Karakter merupakan tembok perlindungan dari serangan dosa. Karakter yang tunduk dibawah firman Tuhan merupakan salah satu bagian iman, sebab peribahasa berkata bahwa iman adalah benteng terhadap dosa. Karakter sangat berhubungan erat dengan iman. Iman merupakan hubungan dengan Tuhan. Iman menghasilkan karakter. Doa pujian penyembahan yang sungguh-sungguh merupakan ekspresi iman. Saat menyembah Tuhan, maka karakter-karakterNya terinput kedalam diri kita menyebabkan karakter Tuhan menjadi diri kita.
- Aplikasi karakter ialah;
• Kita bisa dengan hidup memaafkan & menerima musuh dengan tanpa syarat. Kita tidak membalas kemarahan dengan kemarahan. Kita akan membalas kejahatan dengan kebaikan yang berlipat-lipat.
• Kita bisa tunduk terhadap otoritas dengan menjalani komando yang diberikannya tanpa bantahan, tanpa memberontak, tanpa dendam. Sekali kelak bila tiba saatnya kaum muda menjadi pemimpin, maka ia tidak otoriter, tidak menghakimi, tidak menaruh curiga, tidak eksklusif.
• Kita bisa mengasihi dengan tulus, yaitu menghidupi buah Roh (karakter) Tuhan, seperti Ada Tertulis: "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, kemurahan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu." Gal 5:22&23. Karakter muncul di tiap harinya. Masalah pasti ada tiap hari, sehingga menentukan karakter kita meresponi masalah tersebut.
• Kita bisa inisiatif menolong banyak orang, membantu banyak orang, perhatian kepada banyak orang, peduli terhadap banyak orang tanpa sungut-sungut, tanpa rasa iri, tanpa perhitungan.
• Kita bisa memanajemen waktu & uang dengan lebih teratur. Bila kita diatur oleh waktu, maka kita menjadi workholic addicted. Ini memecah belah rumah tangga. Hubungan dengan pacar/pasangan hidup jadi terganggu. Kita bisa perang mulut dengan saudara. Bila kita diatur uang, maka kita nikmat sesaat, tetapi kita menjerumuskan diri jatuh ke jurang maut yang sangat dalam.
--> Jaga hubungan harmonis terhadap sesama dengan karakter. Kaum muda yang memiliki karakter kuat, maka perkataannya memberi pengaruh kepada masyarakat menyeluruh. Karakter berdasar firman Tuhan menciptakan kenangan indah secara permanen di hati semua orang
3. Kompetensi.
Efek globalisasi membuat bangsa kita pun harus bersaing ketat dengan bangsa-bangsa dunia. Kaum muda yang kehilangan visi/kurang jelas visi hidupnya akan membuat ia jauh tertinggal.
~ Cara kaum muda hidup dalam berkompetensi;
- Teknologi informasi.
Ini jaman teknologi informasi. Kaum muda didalam Tuhan pun telah memiliki kebutuhan akan teknologi informasi, baik untuk pelajaran sekolah, baik untuk bisnis & pemasaran, untuk hiburan, baik untuk wawasan, baik untuk politik, baik untuk keamanan, baik untuk keuangan, baik untuk gerakan sosial dll. Teknologi informasi yang canggih & selalu up-date tiap minggu/tiap hari/tiap saat merupakan saat-saat rohani bila kita bergerak dengan prinsip-prinsip iman kerajaan Tuhan. Jadi teknologi informasi pun merupakan hal yang wajar & rohani.
- Keahlian.
Pertajam keahlian kaum muda. Gali hal-hal yang baru. Perbaiki yang kurang. Perbesar kapasitas hati kita. Belajar mendalami keahlian dibidangnya sekitar 80% & belajar hal-hal baru sekitar 20%. Fokuslah terhadap keahlian yang dimiliki. Usahakan untuk me-mixing/mencampur dengan kreatifitas. Tingkatkan dengan kreatifitas-kreatifitas yang baru, lebih menarik, lebih menyenangkan, lebih mudah & lebih membuat persaudaraan makin erat. Kreatifitas merupakan salah satu unsur pembuat karisma terbentuk. Karisma meledakkan pribadi kaum muda menjadi dahsyat. Buatlah keahlian kaum muda masing-masing untuk kepentingan banyak orang, sehingga melalui kaum muda, maka Tuhan ditinggikan.
* Sebuah ilustrasi:
- Susu dan roti -
Hari semakin menjelang malam di sore itu & seorang pemuda tergesa-gesa mencari tempat warga di hutan belantara. Ia terlalu jauh menempuh masuk ke dalamnya. Sudah 2 jam ia berjalan menyusuri hutan itu, namun tak kunjung ada tanda-tanda rumah warga. Akhirnya ia menemukan ada sedikit rumah-rumah, namun letaknya jauh-jauh, lalu ia memilih sebuah gubuk rumah reot di hutan itu. Tak lama kemudian ia mengetuk pintu rumah itu. Seorang ibu membukakan pintu untuknya. Pemuda ini berkata: "permisi bu, bolehkah saya meminta minum & beristirahat setengah jam untuk beristirahat. Ibu ini dengan senyum & ramah mempersilakan masuk pemuda tersebut. Pemuda ini masuk ke rumah itu & dipersilakan duduk. Sejenak menunggu ibu tersebut yang menyediakan minuman untuk pemuda tadi. Sang ibu memberi segelas susu hangat dan beberapa roti kepada pemuda. "Silakan dimakan & silakan diminum, nak. Hanya ini yang ibu punya. Minumlah untuk menghangatkan tubuhmu. Makanlah untuk sekedar mengganjal perutmu, " kata sang ibu. Pemuda ini langsung meminum & memakan susu hangat & beberapa roti yang dihidangkan sambil beristirahat setengah jam. Setengah jam kemudian ia minta pamit keada ibu tersebut. Namun ibu itu mencegahnya & menganjurkan untuk tinggal dirumahnya sampai keesokan harinya, karena hari sudah malam. Pemuda ini menyambut baik anjuran sang ibu itu. Ibu tersebut meminjamkan selimut untuk pemuda itu istirahat di ruang tamu gubuk reot itu. Keesokan hari, pemuda ini minta ijin untuk pamit pulang & berterimakasih atas kebaikan sang ibu. Ibu itu menasihatkan kepada pemuda & berkata: "nak, kebaikan yang ibu lakukan untukmu biarlah kamu teruskan dengam berbuat baik kepada banyak orang." Pemuda tersebut menyambut senang & bersyukur untuk pertolongan sang ibu, lalu melanjutkan perjalanan pulang ke kotanya tempat ia berkuliah. Sang ibu telah memberitahu jalan menuju jalan besar yang ada biasa bis atau travel menuju ke kotanya. Maka pulanglah pemuda ini. Dua puluh tahun berlalu & sang ibu telah menjadi tua & jatuh sakit, karena jatuh di rumahnya sendiri, sehingga kakinya patah. Ia dibawa oleh warga ke rumah sakit, karena ibu tersebut terkenal baik kepada warga desa tempat ibu itu tinggal. Ibu tua dioperasi & dirawat tiga minggu di rumah sakit. Tibalah waktu hari pembayaran biaya rumah sakit. Ibu tua menangis gelisah karena tidak mempunyai biaya untuk membayar tagihan yang begitu mahal puluhan juta. Sejam kemudian datanglah seorang suster mendatangi ibu tua sambil ditangannya membawa selembar surat. Belum habis kegelisahannya ibu tua malah ia bertambah kuatir jangan-jangan ini tambahan tagihan untuk dibayarnya. Dengan tangan gemetar ibu tua tersebut membuka surat, memegang kertas didalamnya, lalu membacanya perlahan-lahan: "kepada ibu Endang terkasih. Ingatkah ibu ketika ada seorang anak muda dua puluh tahun silam tersesat didalam hutan. Lalu anak muda itu mendapatkan perteduhannya dirumah seorang ibu yang begitu ramah, penuh perhatian & begitu peduli terhadap seorang anak muda asing yang tidak dikenalnya. Anak muda yang diberikan segelas susu & beberapa roti untuk dimakan, bahkan memberikan kesempatan istirahat semalaman untuk tinggal dirumahnya yang anak muda rasakan seperti dalam istana karena ada kedamaian & kasih yang tulus. Dua puluh tahun lalu telah berlalu namun begitu berkesan & dua puluh tahun kemudian, yaitu sekarang ini anak muda tersebut telah menjadi seorang dokter. Sayalah dokter Budi yang telah membedah tulang ibu yang patah. Sayalah pula anak muda yang dua puluh tahun lalu ditolong oleh ibu Endang. Kaki ibu kian membaik. Tinggal beberapa hari lagi ibu dapat keluar dari rumah sakit ini untuk kembali ke rumah. Ibu Endang yang saya kasihi, ibu pernah berkata bahwa saya harus meneruskan kebaikan yang telah saya terima dari ibu kepada banyak orang. Karena itulah saya tetap pegang nasihat ibu dengan saya menjadi dokter untuk menolong banyak orang, termasuk ibu yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Mengenai biaya rumah sakit tidak usah ibu kuatirkan, karena saya sudah membayar semua biaya perawatan ibu, semua biaya operasi, semua biaya obat, dan lainnya. Semua biaya sampai ibu pulang ke rumah pun akan saya tanggung. Saya tahu bahwa saya tidak mungkin dapat membalas kasih ibu kepada saya, karena ibu telah menyelamatkan nyawa saya & memberikan perteduhan, serta ketenangan kepada saya dua puluh tahun silam. Di dalam surat ini pun saya memberikan uang Rp. 8 juta rupiah kepada ibu. Saya berharap kita dapat bertemu di lain waktu, sebab saya masih harus terbang ke Jakarta untuk suatu urusan kerja. Senyum ibu di meja operasi begitu manis & menguatkan hati saya yang saat itu sedang letih, akibat banyak pasien yang harus saya layani di hari itu. Akhir kata, biarlah doa saya untuk ibu Endang agar ibu tetap kuat & makin bahagia selalu. Terimakasih saya untuk ibu Endang. Terima kasih untuk ibu telah menjadi seperti ibu kandung saya sendiri. dr. Budi." Setelah melihat isi surat tersebut, menangislah ibu Endang diatas tempat tidurnya di kamar pasien yang ditempatinya sementara waktu. Ia menangis terharu melihat kebaikan dari seorang bernama Budi yang dua puluh tahun lalu ditolongnya & kini Budi, anak mantan mahasiswa itu kini telah menjadi dokter & telah menolong ibu Endang dengan tulusnya. Ibu Endang pun bersyukur tak hentinya kepada Tuhan untuk kasihNya & pertolonganNya melalui dr. Budi.
* Ada Tertulis: "Jika engkau baik-baik mendengar suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi." Ul 28:1. Ada pula Tertulis: "Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia." Ul 28:13
* Kesimpulan:
Tuhan itu baik kepada setiap orang yang berharap kepadaNya. Jadi untuk kita bisa menjadi sebuah bangsa yang besar, maka dengan penyertaan Tuhan diatas segala tuhan, yaitu Tuhan Yesus Kristus akhirnya dapatlah kita pegang;
- Komitmen
- Karakter
- Kompetensi.
Kita akan dapat melihat 10-20 tahun ke depan kaum muda akan menjadi Global Super Leader, akan banyak dibangkitkannya Star International, terjadi Booming Trendsetter dalam banyak bidang, munculnya The King Maker yang mendunia, mencuatnya para tokoh baru berkaliber dunia paling berpengaruh dijamannya, tampilnya World History Maker. Ini waktu untuk generasi kaum muda yang baru. Kita akan melihat kaum muda yang takut akan Tuhan menjadi para pemimpin & para tokoh dunia yang dihormati, disukai bangsa-bangsa & paling berkesan di hati bangsa-bangsa. Kita dapat melihat kelak bahwa kaum muda sekarang adalah bintang-bintang yang bercahaya diatas bangsa-bangsa, sehingga nama Tuhan Yesus ditinggikan sebagai Tuhan.
" Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada dilangit dan yang ada diatas bumi, dan yang ada dibawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan...." Fil 2:10&11a.
Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar