Sabtu, 03 September 2016



Panggil nama dong

panggil nama dong.

Adalah seorang yang bernama Joe Girard. Waktu awal hidupnya ia orang yang sangat miskin. Ditolak oleh keluarga. Membuka usaha pun selalu gagal, defisit dan bangkrut berkali-kali. Berhutang sana sini. Pun dalam keluarga ia malah dianggap sial. Joe tidak menyerah. Usahanya yang terakhir ialah menjual mobil. Ia mau membuktikan bahwa ia pun bisa berhasil dan sangat sukses. Joe membuat strategi dan memiliki visi atau selalu berimajinasi jelas bahwa ia adalah seorang paling unggul dalam penjualan mobil di tempat ia bekerja. Dalam beberapa aksi usaha yang ia lakukan ialah pergi ke stadion-stadion sepakbola dan saat penonton bergembira, ia melemparkan kartu namanya di udara agar diambil orang. Usaha lain yang ia lakukan ialah memberi kartu ucapan yang disertai kartu namanya saat customernya berulang tahun, anaknya menikah, atau saat mereka menikah, pindah rumah, perpisahan, mendapat anak baru, mendapat promosi jabatan, dll. Usahanya mendapat hasil yang besar. Saat ini Joe Girard adalah seorang legendaris dalam penjualan mobil. Ia berhasil menjual 10 mobil tiap harinya terkadang lebih. Joe Girard bukan hanya seorang paling unggul di tempat ia bekerja tetapi juga seorang legendaris penjual mobil terlaris sepanjang jaman. (Setidaknya sampai hari ini).

Well, terkadang diantara kita malas untuk menyebut nama seseorang. Malah ada yang namanya bagus, justru senangnya dipanggil nama gaul yang terkadang tak jelas artinya dan terkadang aneh bin ajaib. Ada namanya Richard malah suka dipanggil gogon. Ada lagi namanya Peter kok dipanggil Tarjo. Walah... Yang nama Tarjo aja pengen namanya Peter ato Sylvester Stalone ato malah Justin Bieber kalee.

Yakub saja mendapat kehormatan untuk Tuhan memperkenalkan nama-Nya (Kej 28:13). Yakub pun diberi nama dari Tuhan, yaitu Israel (pangerannya Tuhan) (Kej 32:28).

Punya nama yang bagus itu sangat berarti. Prinsip-prinsip tentang nama:

1. Nama baik itu lebih berharga dari pada kekayaan besar (Ams 22:1).
Mungkin saja orang itu tidak kaya. Mungkin orang itu tidak bergelimang harta, justru makan makanannya sederhana. Karakternya baik, rendah hati, memiliki perkataan yang bijaksana, suka menolong orang, rajin ibadah, cinta Tuhan, akrab dengan Tuhan Yesus. Tentu saja namanya akan diingat orang sebagai orang yang berkesan melebihi harta, kekayaan materi dan uang.
2. Nama itu memberi pengaruh.
Bila kita mengusir setan dalam nama Tuhan Yesus, maka setan harus gemetar, dia alami kekalahannya, dia mengetahui posisinya adalah budak tawanan dengan keadaan terkutuk, dia segera tunduk menyembah Tuhan Yesus dan segera keluar menjauh tersiksa (Mrk 16:17; Fil 2:10). Begitu pula nama kita pribadi bila didengar orang, maka sudah seharusnya nama itu menjadi pengaruh bagi orang lain. Ada yang bila dipanggil namanya, maka orang langsung muak hingga mau muntah rasanya. Ada yang disebut namanya oleh orang lain, maka mereka begitu marah-marah. Ada lagi yang dibilang namanya oleh orang, maka menyejukkan hati orang. Ada lagi yang mendengar namanya orang lain salut, hormat dan senang. Nama kita menjadi identitas diri kita, sehingga menjadi pengaruh bagi orang lain.
3. Nama itu menarik kebaikan.
Sebenarnya bila kita mau untuk menerima banyak hal yang baik dari Tuhan, tentu saja kita mentaati apa yang Tuhan perintahkan melalui para pemimpin rohani, para orang tua, teman hidupnya, atasan di kantor, sahabat, teman, mentor, rekan kerja, kolega bisnis, dll. Ketika kita menyebut nama seseorang dan orang lain menjadi baik hati kepada kita, hormat kepada kita, melindungi kita, memberi uang atau sesuatu yang berharga pada kita itu karena ada nama orang terhormat yang menyertai kita. Orang tersebut telah tunduk dan taat kepada orang yang melatihnya, membangunnya, membentuknya menjadi orang yang terhormat. Nama itu membuat kita memiliki anugerah menikmati segala yang baik dan terbaik dari Tuhan. Sebuah nama itu sanggup menarik kemakmuran, ada wealth attraction seperti kisah Joe Girard atau kisah Yusuf sang legendaris dari Mesir atau Musa yang dihormati oleh bangsa Mesir sehingga bangsa itu bermurah hati memberikan harta benda, kekayaan (emas, perak, kain-kain)dan banyak lainnya (Kel 12:35&36). Intinya dengan nama baik, maka kita mendapat karunia menikmati yang baik dari Tuhan.

Karena itu, mari sama-sama kita pastikan dalam diri kita untuk memiliki nama yang terjaga dengan kepribadian yang membangun banyak orang. Pastikan bahwa kita merupakan orang yang selalu diurapi dengan minyak baru, artinya kita selalu meminta darah Yesus untuk menguduskan diri kita, kita selalu bergantung kehidupannya hanya kepada Tuhan Yesus, ada dalam pimpinan-Nya, selalu hanya karena anugerah Tuhan, memohon kekuatan dan kemampuan-Nya dalam hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar